Gaza: 95 Warga Tewas dalam Sehari saat Antre Bantuan, Krisis Kemanusiaan Memburuk

wartalentera.com
Warga Palestina berduka atas tewasnya seorang korban dalam serangan udara Israel di luar Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, Selasa (8/7/2026) waktu setempat. (ANTARA Foto/Xinhua/Mahmoud Zaki/sgd)

WARTELENTERA – Sedikitnya 95 warga sipil tewas dalam 24 jam terakhir akibat tembakan militer Israel saat sedang menunggu bantuan di lokasi distribusi yang dikelola oleh Amerika Serikat di Jalur Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, Selasa (22/7/2025).

“Kelaparan juga telah menewaskan 19 orang dalam 24 jam terakhir di tengah blokade total yang diberlakukan Israel,” ujar Muneer Alboursh, Direktur Jenderal Kementerian kepada Anadolu.

Baca juga: Lagi, Israel Langgar Gencatan Senjata!

Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perbatasan Gaza, memutus akses terhadap bantuan kemanusiaan dan mempercepat krisis kelaparan di wilayah tersebut. Data resmi mencatat, lebih dari 1.020 pencari bantuan tewas sejak 27 Mei dan lebih dari 6.500 orang terluka akibat tembakan Israel di titik-titik distribusi bantuan yang berada di bawah mekanisme bantuan Israel. Mekanisme ini telah dikritik tajam oleh berbagai pejabat dan lembaga PBB, yang menyebutnya sebagai “perangkap maut.”

Kementerian juga mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2023, 86 orang, termasuk 76 anak-anak, meninggal karena kelaparan dan dehidrasi. Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan bahwa wilayah tersebut kini berada “di ambang kematian massal” setelah lebih dari 140 hari penutupan total seluruh titik penyeberangan.

Baca juga: PBB Gelontorkan USD 11 Juta Dana Bantuan Tambahan untuk Gaza

Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, lebih dari 59.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat serangan militer Israel. Kampanye ini telah menghancurkan infrastruktur Gaza, melumpuhkan sistem kesehatan, dan menyebabkan kekurangan pangan parah.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang dilancarkannya terhadap wilayah kantong tersebut. (kom)

Baca juga: Ribuan Warga Palestina Pulang ke Gaza Utara

Editor : Yudha

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru