Kecelakaan Maut di Malaysia, 7 WNI Tewas

Reporter : Sicillia Tan
Kecelakaan maut di Jalan Betong, Sarikei, Sarawak, Malaysia, Kamis (21/11/2024) menewaskan 7 WNI. (dok.kompas.com)

WARTALENTERA - Sebuah kecelakaan maut antar mobil terjadi di Jalan Betong, Sarikei, Meradong, Sarawak, Malaysia, Kamis (21/11/2024). Dalam insiden tersebut, delapan orang dilaporkan tewas, tujuh di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, membenarkan, kecelakaan tersebut menewaskan tujuh orang WNI. Diketahui, kecelakaan itu akibat sopir dari agen yang menjemput para WNI tersebut panik saat akan dirazia oleh kepolisian Malaysia.

Baca juga: Satu Keluarga Asal Bekasi Tewas di Tol Pejagan, Niat Mudik Pupus Sudah

Sopir kendaraan yang mengangkut WNI itu berupaya kabur lewat jalan yang berlawanan arah. "Pengemudi kemudian berusaha melarikan diri dan nekat berbalik melawan arus meski telah diperingatkan oleh petugas. Akhirnya kendaraan tersebut bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah yang berlawanan," kata Judha Nugraha lewat keterangan tertulis, dikutip Selasa (26/11/2024).

Ketujuh WNI yang semuanya berasal dari Lombok itu tewas. KJRI Kuching pun telah mendata semua WNI itu.

Baca juga: Bertambah, Korban Jiwa Bus Maut di Jalur Bromo Jadi Sembilan Orang

"Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan KJRI, ketujuh WNI tersebut merupakan PMI asal Kab. Lombok Tengah dan Kab. Lombok Timur," papar Judha.

Direktur PWNI itu pun menjelaskan, para WNI itu baru saja tiba di Malaysia. Mereka berangkat dari Indonesia pada 20 November 2024, dengan menggunakan pesawat rute Lombok-Surabaya-Pontianak.

"Kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia lewat jalan darat," papar Judha. Judha menjamin KJRI Kuching terus memantau perkembangan di Rumah Sakit tempat para WNI itu dibawa, dan jenazah pun akan dipulangkan secara bertahap.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Tiga Orang Tewas

"Rencananya pemulangan ketujuh jenazah WNI/PMI akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan penerbangan," tuntasnya. (sic)

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru