Gempa Susulan Masih Terjadi, Bupati Poso Tetapkan Status Tanggap Darurat

Reporter : Sicillia Tan
Efek gempa bumi di Poso, ratusan bangunan rusak parah. (dok.BNPB)

WARTALENTERA-Gempa susulan masih terjadi, Bupati Poso tetapkan status tanggap darurat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu melaporkan, hingga Senin (18/8/2025) pukul 22.55 WITA, telah terjadi 71 kali gempa susulan di wilayah Poso.

Kepala BMKG Geofisika Kelas I Palu, Sujabar, mengimbau masyarakat tetap waspada, tetapi jangan panik. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa (19/8/2025) dini hari.

Baca juga: Serangan Teroris Bom Tiga Gerbong, 24 Orang Tewas dan 70 Lain Luka-Luka

Hingga kini, otoritas setempat bersama tim penanggulangan bencana masih melakukan pemantauan dampak lanjutan gempa, termasuk potensi kerusakan bangunan dan kebutuhan darurat warga terdampak. Tercatat, dalam data BPBD, sebanyak 204 bangunan rusak, terdiri atas 101 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, 70 rusak berat, dan 30 fasilitas umum berupa sekolah, polindes, kantor desa dan rumah ibadah.

Sebelumnya, Bupati Poso Verna Inkiriwang, menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi di tiga kecamatan, yakni Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, dan Poso Pesisir Selatan. Keputusan itu tertuang dalam SK Bupati Poso Nomor 100.3.3.2/0000/2025 yang ditandatangani pada Senin (18/8/2025).

Baca juga: Hari Ini, Gempa Bumi Magnitudo 2,4 Goyang Pagaralam Sumsel

Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, mulai 18-31 Agustus 2025, menyusul gempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang kawasan Poso Pesisir dan sekitarnya. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, dan kerugian material yang cukup besar. (sic)

Baca juga: Korban Jiwa Bus ALS yang Terbakar Bertambah Jadi 18 Orang

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru