Denpasar Tunda Status Bencana, Fokus Evakuasi Korban Banjir

wartalentera.com
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. (Dok. Antara)

WARTALENTERA-Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Provinsi Bali belum mengeluarkan status kebencanaan akibat banjir yang melanda hampir seluruh kota sejak dini hari, karena masih memfokuskan upaya evakuasi warga terdampak.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Denpasar, Rabu, mengatakan saat ini pemerintah masih bergerak di lapangan mengevakuasi warga yang terjebak di rumah maupun terseret arus sungai.

Baca juga: Hujan Deras Semalam, 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Kebanjiran

“Ya tentu sekarang kami belum bisa (menentukan status kebencanaan) karena saya dari jam 4 pagi bersama pak wakil di lapangan, belum menentukan, sekarang kami turun untuk penyelamatan, evakuasi dulu, itu prioritasnya,” kata dia.

Jaya Negara mencatat hingga siang ini setidaknya tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua orang hilang, dan banyak yang telah dievakuasi ke posko pengungsian seperti balai-balai banjar. “Yang jelas pasti kita akan bahas status darurat bencana karena itu dasar kita untuk mengeluarkan anggaran darurat kebencanaan untuk menanggulangi para korban,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan Pemkot Denpasar, terdapat tujuh titik banjir terparah, yaitu di kawasan Pasar Badung dan Sungai Tukad Badung yang berhimpitan, Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Sidakarya, Panjer, serta Pemogan di kawasan Taman Pancing.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras Sejak Pagi, 123 RT dan Sembilan Ruas Jalan Tergenang Air

Wali kota menyebut kondisi ini dipicu tingginya beban di hulu Tukad Badung akibat hujan lebat yang mengguyur selama lebih dari 24 jam. Ia bahkan mengaku peristiwa banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang hidupnya di ibu kota Provinsi Bali tersebut.

“Jam 2 dini hari sudah tinggi dan sekarang RS Wangaya dalam kondisi darurat, listrik mati, genset tidak bisa hidup, sekarang kami sewa karena meluapnya Tukad Badung tinggi sekali menyebabkan airnya ke Pura Demak, semua sumbernya dari Tukad Badung,” katanya.

Selain mengevakuasi korban di lokasi-lokasi banjir yang ketinggiannya sudah mencapai atap rumah warga, Pemkot Denpasar juga mulai mendata kerusakan, termasuk dua bangunan toko kain di Jalan Sulawesi yang runtuh akibat derasnya arus Tukad Badung.

Baca juga: Warga Segera Dievakuasi, Usai Sejumlah Wilayah Tapteng Kembali Dilanda Banjir

“Kami akan siapkan dari dana bencana untuk kerugian pedagang, tidak di sini saja tapi banyak dari Padangsambian ada rumahnya jebol, temboknya jebol, banyak kerugian mobil, kami sekarang minta kades/lurah mendata, kita mendata kerugian yang ditimbulkan di desa-desa, kerugiannya kita akan ganti rugi,” ucap Jaya Negara. (kom)

Editor : Yudha

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru