WARTALENTERA-Bertambah, jumlah korban jiwa bus maut di Jalur Bromo, jadi sembilan orang. Hingga Selasa (16/9/2025) malam, korban tewas tercatat sembilan orang setelah seorang tenaga medis bernama Betty mengembuskan napas terakhir di RS Bina Sehat Jember.
Betty, perawat asal Jember, sebelumnya mengalami cedera berat di bagian otak akibat insiden tersebut. Dia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU, tetapi kondisinya semakin memburuk menjelang operasi.
Baca juga: Serangan Teroris Bom Tiga Gerbong, 24 Orang Tewas dan 70 Lain Luka-Luka
“Pasien mengalami penurunan kondisi sebelum tindakan operasi dilakukan oleh tim medis. Beliau dinyatakan meninggal pada pukul 17.58 WIB,” ujar pihak RS Bina Sehat Jember, dikutip Rabu (17/9/2025).
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Betty langsung diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Dusun Pelindo, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman ibu tiga anak tersebut.
"Almarhumah orangnya baik dan ramah dengan tetangga. Anak sulungnya kembar, laki-laki masih kelas 1 SD, sementara anak bungsu perempuan masih TK. Semoga beliau husnul khotimah,” ungkap Kepala Dusun Pelindo, Sutrisno.
Sebelum dirawat di Jember, Betty sempat mendapatkan penanganan intensif di RS M Saleh Probolinggo. Namun, karena kondisinya kritis, dia dipindahkan ke RS Bina Sehat Jember pada Senin (15/9/2025) malam menggunakan ambulans dengan ventilator.
Kecelakaan bus pariwisata ini sebelumnya menewaskan delapan orang di lokasi kejadian. Dengan meninggalnya Betty, jumlah korban jiwa kini menjadi sembilan orang.
Baca juga: Korban Jiwa Bus ALS yang Terbakar Bertambah Jadi 18 Orang
Kronologi Kejadian
Seperti diberitakan sebelumnya, Berdasarkan laporan Satlantas Polres Probolinggo, kecelakaan terjadi akibat bus Hino bernomor polisi P 7221 UG mengalami rem blong saat melaju dari arah barat ke timur di jalan menurun dan menikung. Bus kemudian menabrak pembatas jalan (guardrail) dan menghantam sepeda motor bernopol N 2856 OE yang melintas.
Bus tersebut, dikemudikan Al Bahri (60), warga Jember, dengan 52 penumpang di dalamnya. Akibat kecelakaan itu, sembilan orang meninggal dunia, 44 orang lainnya luka-luka dan mendapat perawatan di beberapa fasilitas kesehatan seperti RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, serta Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.
Polisi mencatat sembilan korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, di antaranya:
- Bela Puteri Kayila Nurjati (10), pelajar
- Hesti Purba Wredhamaya (39), perawat RSBS
- Hendra Pratama (37), karyawan RSBS
- Arti Wibowati (34), perawat RSBS
- Soleha (35), perawat RSBS
- Aiza Fahrani Agustin (7), pelajar
- Desi Eka Agustin (33), ibu rumah tangga
- Nasha Azkiya Naygara (14), pelajar
- Korban terakhir yang diberitakan atas nama Betty, perawat.
Baca juga: Gunung Dukono Meletus, Tewaskan Dua Wisatawan
Editor : Sicillia Tan