Percepat Pembangunan Sabo Dam di Hulu Sungai Aceh Tenggara

wartalentera.com
Tampak jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara. (Dok Kementerian PU)

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan percepatan pembangunan sabo dam dan check dam di wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara berjalan lancar.

Percepatan itu sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang dan perlindungan infrastruktur jembatan. Menteri Dody mengatakan penanganan bencana tidak cukup dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu.

Baca juga: Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pembangunan sabo dam dinilai penting untuk menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa aliran sungai saat hujan deras.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” kata Menteri Dody, belum lama ini.

Menurutnya, untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir di wilayah hulu, Kementerian PU merencanakan pembangunan check dam dan sabo dam di wilayah Aceh dibutuhkan sekitar 30 hingga 40 titik, termasuk di daerah-daerah rawan banjir bandang di Aceh Tenggara.

Pembangunan sabo dam ditargetkan dapat dilaksanakan secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi prioritas, termasuk hulu Sungai Alas. Jembatan Pantai Dona membentang di Sungai Alas merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman.

"Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ujar Menteri Dody.

Dia menyampaikan telah meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk membantu percepatan penanganan infrastruktur konektivitas di daerah, termasuk Jembatan Pantai Dona.

Baca juga: Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

“Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan," kata Menteri Dody.

Selain itu, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang turut terdampak bencana pada Kamis 27 November 2025 lalu.

Jembatan Mbarung merupakan penghubung di empat Kecamatan yakni, Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah dan Kecamatan Darul Hasanah. Jembatan Mbarung juga salah satu jembatan yang dilewati masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Selain infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Menurut Menteri Dody, lokasi puskesmas tersebut tidak lagi ideal karena berada dekat dasar sungai dan berisiko tinggi terdampak bencana.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Pasokan Air Bersih Masyarakat, 127.650 Liter Disalurkan di Kalbar Hingga Maluku Utara

“Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga membangun sistem perlindungan infrastruktur yang lebih tangguh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. (vit)

Editor : Vita Kartono

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru