Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Wilayah, Bahas Problem Kota

Reporter : Sicillia Tan
Bus Transjakarta Jabodetabek. (dok/ilustrasi)

WARTALENTERA-Dorong penguatan kolaborasi lintas wilayah, bahas problem kota. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong penguatan kolaborasi lintas wilayah dalam kerangka aglomerasi Jabodetabek. Koordinasi ini diperlukan, untuk menangani berbagai persoalan perkotaan secara terpadu, mulai dari transportasi hingga penanggulangan banjir.

Baca juga: Bebas Gage, Pemilik EV di Jakarta Juga Masih Bebas Pajak Kendaraan

Hal itu dibahas dalam pertemuan strategis antara Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda prioritas dibahas, di antaranya pengembangan LRT Jabodebek, integrasi layanan TransJakarta rute Bogor–Blok M, serta peningkatan konektivitas menuju Terminal Bubulak.

Selain transportasi, kedua pihak juga menyoroti pentingnya penanganan banjir secara kolaboratif. Mengingat sistem aliran sungai yang saling terhubung, penanganan dinilai harus dilakukan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan berbagai daerah dalam satu koordinasi.

Pembahasan juga mencakup peluang dukungan hibah dan kerja sama lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas penanggulangan kebakaran, serta pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan. Penguatan konsep aglomerasi Jabodetabek turut menjadi fokus, terutama setelah memiliki landasan hukum melalui regulasi nasional.

Baca juga: LPG Nonsubsidi Naik, Pemprov Jakarta Waspadai Potensi Warga Beralih ke Gas Melon

Hal ini diharapkan dapat membuat koordinasi antarwilayah menjadi lebih terstruktur dan efektif. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan posisi strategis Bogor sebagai kota penyangga Jakarta, sehingga sinergi lintas daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Baca juga: Peluang Beasiswa Studi Luar Negeri Untuk Anak Betawi Dibuka

“Isu transportasi, banjir, lingkungan, hingga kebencanaan tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada langkah bersama dalam kerangka aglomerasi agar penanganannya lebih komprehensif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” akunya. (sic)

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru