China-AS Siap Bertemu dan Kerja Sama, Ini Syarat Keduanya

wartalentera.com
Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). (Foto : Xinhua/Shen Hong)

WARTALENTERA - China dan Amerika Serikat akhirnya bertemu. Keduanya menyatakan siap mengembangkan kerja sama dan menyelesaikan perbedaan dengan Amerika Serikat berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan.

Itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun saat konferensi pers pada Rabu (13/5/2026). China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama dan menangani perbedaan dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang berubah dan bergejolak.

Baca juga: Langkah Blokade Selat Hormuz Gagal, 2 Kapal Perusak AS Hampir Hancur

Menurut jubir, Beijing menyambut kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke China, di mana kedua pemimpin negara itu akan bertukar pandangan mendalam tentang isu-isu krusial yang berkaitan dengan hubungan Sino-AS, perdamaian global, serta pembangunan.

Kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke China dimulai pada Rabu (13/5/2026) dan akan berlangsung hingga 15 Mei mendatang. Pemerintah China menegaskan kedaulatan negara harus tetap dihormati setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menghentikan sementara operasi untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz.

Baca juga: AS Mulai Blokade, Selat Hormuz Memanas

"Situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Hanya melalui gencatan senjata dini dan penuh, kondisi yang diperlukan untuk deeskalasi dapat tercipta. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara pesisir harus dihormati," katanya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (5/5/2026) bahwa "Proyek Freedom," operasi militer AS yang bertujuan untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz, akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan damai dapat tercapai antara Washington dan Teheran.

Baca juga: China Terbitkan Visa ASEAN, Permudah Koordinasi untuk Bisnis dan Diplomatik

"Meski Blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya, Project Freedom (Pergerakan Kapal Melintasi Selat Hormuz) akan ditangguhkan sementara waktu untuk melihat apakah Kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani," tulis Trump di platform media sosial Truth Social. (vit)

Editor : Novita Amelilawaty

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru