PHC Evakuasi Warga Pulau Komodo yang Alami Stroke


Evakuasi pasien bernama Salim, warga Pulau Komodo yang terkena stroke dan perlu penanganan medis di Labuan Bajo. (dok Artha Graha Peduli)

WARTALENTERA - Padar Heritage Conservation (PHC) kembali melaksanakan misi kemanusiaan melalui bantuan evakuasi medis darurat terhadap seorang warga Pulau Komodo yang membutuhkan penanganan segera di Labuan Bajo.

Permintaan bantuan evakuasi untuk pasien bernama Haji Salim diterima PHC sekitar pukul 10.30 WITA melalui panggilan telepon dari keluarga pasien yang melaporkan kondisi darurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konfirmasi dari dr. Andreas dari Puskesmas Komodo, pasien didiagnosis mengalami Stroke Non Hemoragik dan memerlukan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.

Baca juga: Mal Artha Gading Bagi Daging Kurban ke Penerima Manfaat Sekitar

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PHC segera melakukan koordinasi dan mempersiapkan armada evakuasi. Kapal PHC diberangkatkan pada pukul 12.00 WITA setelah seluruh persiapan operasional dan keselamatan selesai dilakukan.

"Hari ini saya terima telepon dari keluarga pasien menginformasikan kondisi darurat dan butuh bantuan penanganan medis segera le Labuan bajo. Saya langsung cek tim dan persiapkan armada untuk evakuasi" kata Yoanna Daely, Humas PHC, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Artha Graha Peduli Salurkan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal

Pada pukul 12.20 WITA, pasien diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo dengan didampingi petugas kesehatan dari Puskesmas Komodo, yakni Faija dan Ns. Afri, serta sejumlah anggota keluarga pasien. Kapal evakuasi tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 13.30 WITA.

Setibanya di dermaga, pasien langsung dirujuk menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Misi kemanusiaan itu dilaksanakan oleh PHC yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli, dengan dukungan dari KSOP Labuan Bajo dan PAM Obvit Polres Manggarai Barat yang turut membantu sehingga proses evakuasi berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu.

Baca juga: Program Siliwangi Santri Camp 2026 Resmi Ditutup

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam memastikan proses evakuasi berjalan lancar sehingga masyarakat kepulauan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan tepat waktu," tutupya. (vit)

Editor : Novita Amelilawaty

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru