warta lentera great work
spot_img

Awal Tahun, Kasus DBD di Indonesia Capai 10.572

Puncaknya terjadi hingga Maret 2025, masyarakat diminta waspada.

WARTALENTERA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus DBD di Indonesia di awal tahun ini sudah mencapai 10.572, dan masih akan mengalami peningkatan. Masyarakat pun diimbau berhati-hati karena puncak DBD akan terjadi pada Januari hingga Maret 2025.

Hal tersebut disampaikan Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Ina Agustina Isturini, MKM, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/2/2025). Menurutnya, tren kasus DBD dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan sejak 2016.

“Biasanya pada akhir tahun mengalami kenaikan. Di bulan Maret-April mengalami penurunan, nanti Oktober, November, Desember naik lagi dan puncaknya Januari, Februari, Maret ini,” katanya menjelaskan.

Ina mengimbau kepada masyarakat untuk selalu sigap dalam menangani keluarga yang terkena DBD. Sebab, tingkat kematian dari penyakit ini terbilang tinggi jika terlambat ditangani.

“Pada tahun 2024 ini jumlah kumulatif kasus dengue di Indonesia sampai minggu ke 53 sudah hampir 250 ribu, sekitar 247 ribu dan kematiannya sudah 1.418 kematian,” kata Ina.

“Tahun 2025, sampai 16 Februari ini kasus dengue sudah mencapai 10.752 dengan incident rate (IR) sekitar 3,79 per 100 ribu dan kematiannya 48 dengan CFR (case fatality rate) 0,8,” ujarnya menambahkan.

Penyebab kematian terjadi, lanjut Ina adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap DBD, sehingga dianggap sebagai demam biasa. Pasien biasanya terlambat untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk dengue.

“Angka kematian banyak karena satu terlambat dibawa, bisa jadi karena pasien menganggap demam biasa. Bisa jadi petugas kesehatan juga yang tidak aware,” kata Ina.

“Tidak aware-nya tidak periksa atau tidak dicurigai dengue, bisa juga tidak dipantau karena kelihatannya pasiennya sehat, akhirnya dipulangkan tetapi tidak dipantau,” ucapnya. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular