warta lentera great work
spot_img

Ketum JMSI Luncurkan Buku Reunifikasi Korea: Game Theory

Berbasis disertasi akademik dan bisa menjadi referensi penting dalam memahami strategi perdamaian Korea.

WARTALENTERA – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa, meluncurkan buku terbarunya berjudul Reunifikasi Korea: Game Theory. Peluncuran buku berbasis disertasi akademik tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi, akademisi, hingga insan pers.

Beberapa diantaranya adalah Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Juru Bicara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan, serta aktivis prodemokrasi Adhie Massardi. Turut hadir Komisaris PT PLN Andi Arief, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Abdullah Rasyid, serta pakar komunikasi politik Hendri Satrio.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai,
buku ini dapat menjadi referensi penting dalam memahami strategi perdamaian Korea.

“Penulis mengombinasikan pendekatan two-level games dan game theory untuk menjelaskan bagaimana aktor-aktor di Semenanjung Korea menentukan langkah mereka,” kata Nezar via rekaman video dalam peluncuran buku yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Nezar menekankan bahwa pengalaman Teguh sebagai wartawan membuat buku ini mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Ia juga menyoroti usulan “two-state solution” yang disampaikan Kim Jong Un pada awal 2024, yang menurut Teguh dapat menjadi langkah awal menuju “peaceful co-existence” di antara kedua Korea.

Dijelaskan, buku ini merupakan pengembangan dari disertasi Teguh di Program Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), yang membahas dinamika konflik dan prospek perdamaian di Semenanjung Korea. Dengan pengalaman sebagai wartawan, Teguh berhasil mengemas kajian akademik ini agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Dalam peluncuran tersebut, Teguh berbagi pengalaman saat pertama kali menginjakkan kaki di Korea Utara. Dirinya menganalogikan suasana Pyongyang dengan film The Truman Show, yang menggambarkan kehidupan dalam dunia buatan.

“Ketika saya sampai di Pyongyang, saya melihat kota yang bersih, rapi, taman yang terawat, serta keluarga yang tampak bahagia. Saya langsung teringat The Truman Show dan berpikir, apakah ini ingin membuat saya terkesan?” ujarnya bercanda.

Meski banyak membahas Korea Utara, Teguh menegaskan bahwa fokus utama bukunya adalah reunifikasi Korea. Dalam analisisnya, ia menemukan adanya pengalihan isu yang justru mengarah pada state solution daripada reunifikasi yang selama ini didengungkan.

Teguh juga dikenal sebagai penulis yang banyak mengangkat wawancara dengan duta besar serta membahas konflik di Afghanistan dan Uzbekistan. Menurutnya, pengalaman langsung dalam berbagai konflik global memberikan perspektif yang lebih mendalam terhadap isu perdamaian.

“Kita tentu ingin hal baik yang terjadi di negara ini dan hal-hal buruk tidak kita alami,” ujarnya.

Buku Reunifikasi Korea: Game Theory diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, diplomat, serta pihak yang tertarik memahami dinamika politik dan strategi di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai buku ini menawarkan perspektif strategis dalam memahami konflik di Semenanjung Korea. Ia bahkan mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Teguh ditugaskan sebagai wakil pemerintah Indonesia di Korea Utara.

Dengan pendekatan akademik yang kuat serta pengalaman lapangan yang mendalam, buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi para pengambil kebijakan, akademisi, serta masyarakat umum dalam memahami konflik dan prospek perdamaian di Semenanjung Korea. (inx)

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular