warta lentera great work
spot_img

Program Kartini in Technology Diikuti 260 UMKM Perempuan

Selami algoritma AI untuk memahami pasar lebih baik dan membangun citra merek yang kuat.

WARTALENTERA – Sebanyak 260 UMKM Perempuan mengikuti Program Kartini in Tecnology yang digagas PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Program ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kartini.

Program yang digelar secara hybrid ini mempertemukan para pelaku UMKM perempuan dari berbagai penjuru nusantara. Fokusnya pun sangat spesifik dan relevan dengan tren masa depan: mengadopsi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi bisnis kecil agar mampu berbicara banyak di kancah nasional maupun global.

Kehadiran AI diposisikan bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan sebagai “sahabat kreatif” bagi para pengusaha UMKM perempuan. Dalam pelatihan ini, teknologi AI digunakan untuk memangkas hambatan teknis yang selama ini sering ditemui, mulai dari meramu narasi pemasaran (copywriting), menciptakan visual produk yang estetik, hingga memproduksi video promosi yang sinematik secara efisien.

Inisiatif ini bukan tanpa alasan. Data menunjukkan betapa krusialnya peran perempuan dalam struktur ekonomi Indonesia.

Dengan kontribusi sektor UMKM yang mencapai 60,5 persen terhadap PDB dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja, perempuan berdiri di garis depan sebagai penggerak.

Mengutip data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025, terdapat sekitar 37 juta UMKM perempuan. Namun, tantangan digitalisasi yang kian kencang menuntut mereka untuk terus memperbarui kapasitas diri agar tidak tergilas zaman.

SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis teknologi adalah kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif.

“Telkom Indonesia berkomitmen membuka akses dan peluang yang setara dalam pemanfaatan teknologi, khususnya bagi UMKM Perempuan,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui teknologi. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya perempuan Indonesia mampu menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya,” tutur Hery menambahkan.

Melalui pendekatan praktis, para peserta diajak menyelami bagaimana algoritma AI dapat membantu mereka memahami pasar lebih baik dan membangun citra merek yang kuat tanpa harus merogoh kocek dalam untuk jasa agensi. Harapannya, transformasi ini mampu membuka pintu peluang ekonomi yang lebih lebar dan merata bagi seluruh perempuan Indonesia.

Langkah strategis Telkom ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di bawah payung inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bertajuk Bisa PandAI, Telkom berupaya menjadikan literasi digital sebagai fondasi ekonomi yang tangguh.

“Melalui program ini, Telkom mendorong masyarakat untuk tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan ekonomi,” kata Hery. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular