warta lentera great work
spot_img

Bertambah Satu, Korban Tewas Imbas Bangunan Majelis Taklim Roboh di Bogor Jadi Empat Orang

Sebanyak 84 orang luka berat, sedang, hingga ringan.

WARTALENTERA-Bertambah satu, korban tewas imbas bangunan Majelis Taklim Asohibiyah roboh di Bogor jadi empat orang. Insiden tragis yang terjadi di Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu berlangsung saat perayaan Maulid Nabi Muhammad berlangsung pada Minggu (7/9/2025) pagi.

“Update laporan saat ini korban meninggal dunia menjadi empat orang. Korban atas nama Yuli meninggal di RS UMMI,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Nugraha, dikutip Senin (8/9/2025).

Yuli dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menerima perawatan di rumah sakit. Keempat korban meninggal saat perawatan di tiga rumah sakit di Kota Bogor. Berikut identitas korban meninggal dunia:

1. Ibu Irni Susanti, meninggal dunia di RS Medika Dramaga, alamat Kp. Ciapus, Sukamakmur, Ciomas

2. Ibu Ulan, meninggal dunia di RS PMI, alamat Kp. Ciapus, Sukaluyu, Tamansari

3. Ibu Nurhayati, meninggal dunia di RS PMI, alamat Kp. Kompas, Desa Sukaluyu, Tamansari

4. Ibu Yuli, meninggal dunia di RS UMMI, alamat Desa Sukamakmur

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung meninjau langsung TKP tak lama setelah kecelakaan berlangsung. Saat itu, Rudy menyebut jumlah korban luka mencapai 84 orang ditangani di sejumlah rumah sakit.

“(Majelis ambruk) mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, dan 84 orang luka berat maupun luka ringan. Korban luka ditangani di beberapa rumah sakit yang ada di sekitar kabupaten dan kota Bogor,” kata Rudy usai meninjau bangunan tersebut, kemarin.

Ia menambahkan, kejadian itu berlangsung saat ratusan orang menghadiri peringatan maulid nabi. Bangunan dikabarkan tidak kuat menahan beban orang yang hadir sehingga menimpa jemaah yang hadir.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri sekitar 150 orang jamaah ibu-ibu. Jumlah peserta ternyata membludak dan di luar kapasitas seharusnya hingga menyebabkan lokasi menjadi penuh sesak.

Sebagian hadirin berada di dalam bangunan, sebagian di luar, dan sebagian lainnya di teras bangunan. “Teras bangunan berdiri di pinggiran tebing, dan karena kelebihan kapasitas, akhirnya tidak mampu menahan beban. Akibatnya terjadi bencana, dan korban mencapai lebih dari 80 orang lebih,” paparnya.

Rudy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta semua pihak bersabar menghadapi musibah tersebut. “Kami ikut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga keluarga korban diberi ketabahan,” ujar bupati.

Ia juga memprediksi, jumlah korban masih bisa bertambah seiring pendataan yang dilakukan tim gabungan di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan rumah sakit untuk memastikan semua data korban terkonfirmasi,” katanya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat empat orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat, sedang, maupun ringan. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular