x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

BGN Akan Evaluasi Aspek Kemasan, Komposisi Menu, dan Perhitungan AKG Program MBG

Editor :

WARTALENTERA - Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kemasan, komposisi menu, hingga transparansi perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG). untuk itu, BGN menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh mitra dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rakor tersebut dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) secara daring sebagai langkah cepat merespons dinamika di lapangan. Terlebih, belakangan ini marak pemberitaan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal Ramadan

“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik,” ujar Dadan dalam keterangan yang dikutip Rabu (25/2/2026).

Dalam rakor tersebut, Dadan meminta seluruh mitra memperhatikan aspek kemasan pada makanan. Aspek kemasan tidak lagi hanya menggunakan kantong plastik sederhana, tetapi harus ditempatkan dalam wadah yang lebih representatif, higienis, dan mampu menjaga kualitas makanan hingga diterima oleh para penerima manfaat.

Dadan juga menyoroti komposisi bahan pangan agar sesuai dengan pagu bahan baku yang telah ditetapkan. Dalam pembahasan, disampaikan bahwa kacang memiliki harga relatif lebih mahal dibanding telur, sementara telur dinilai memiliki citra protein yang lebih baik dan lebih mudah diterima masyarakat.

Karena itu, mitra diminta menyesuaikan komposisi menu dengan mengganti kacang menjadi telur tanpa mengurangi nilai gizi. Dadan memastikan setiap SPPG menyusun penjelasan rinci terkait AKG dan harga masing-masing bahan pangan dalam setiap menu.

Ia juga mengingatkan, pagu harga bahan baku untuk balita hingga siswa SD kelas 3 sebesar Rp8.000, sementara untuk kelompok lainnya Rp10.000. Patokan dasar ini dapat berbeda sesuai indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost, sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Dalam upaya menjaga kualitas makanan, setiap SPPG juga diminta mulai melakukan pengadaan peralatan vakum (vacuum sealer) agar makanan lebih awet, higienis, dan tetap layak konsumsi saat didistribusikan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan.

BGN turut mengingatkan agar mitra tidak memaksakan penggunaan bahan baku yang sudah dalam kondisi kurang baik. Jika ditemukan bahan yang tidak layak, distribusi dapat ditunda dan diinformasikan untuk diganti pada hari berikutnya.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu. Jika ada bahan yang tidak layak, lebih baik diganti daripada dipaksakan. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Dadan. (inx)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.