warta lentera great work
spot_img

HUT ke-79, BIN Diingatkan Soal Ancaman Siber dan Terorisme Global

Transformasi digital di tubuh BIN, penguatan analisis prediktif, dan investasi pada teknologi intelijen terkini adalah sebuah keniscayaan.

WARTALENTERA – Di hari ulangtahun ke-79, Badan Intelijen Negara (BIN) diingatkan soal ancaman siber dan terorisme global. Karena itu, ditengah era disrupsi teknologi, BIN tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional dalam menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI sekaligus penerima Brevet dan Warga Kehormatan BIN, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Lentera, Kamis (8/5/2025). Menurut Bamsoet, Transformasi digital di tubuh BIN, penguatan analisis prediktif, dan investasi pada teknologi intelijen terkini adalah sebuah keniscayaan.

“Menjaga integritas dan profesionalisme personel intelijen ditengah kompleksitas tugas juga menjadi fondasi utama. Selain itu, sinergi antar-lembaga dengan TNI, Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta lembaga terkait lainnya, menjadi elemen penting dalam efektivitas kerja BIN,” tuturnya.

Di usianya yang ke-79, lanjut Bamsoet, BIN tidak hanya merayakan sejarah panjang pengabdiannya, tetapi juga merefleksikan tantangan berat di masa depan. Menjadi ‘mata dan telinga’ negara yang tajam dan terpercaya ditengah pusaran ancaman siber dan terorisme global membutuhkan bukan hanya kecakapan, tetapi juga komitmen tanpa batas untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Perjalanan senyap BIN dalam menjaga negeri harus terus berlanjut, memastikan setiap warga negara dapat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, ancaman siber bukan lagi sekadar peretasan situs web biasa. Kini, ancaman berubah menjadi spionase siber canggih, serangan terhadap infrastruktur kritis nasional, pencurian data sensitif berskala besar, hingga operasi disinformasi dan misinformasi yang bertujuan mengganggu stabilitas politik dan sosial.

Berbagai insiden kebocoran data di lembaga pemerintah maupun swasta dalam beberapa waktu terakhir menjadi contoh nyata. BIN dituntut tidak hanya reaktif, tetapi proaktif dalam memetakan aktor-aktor ancaman siber.

Upaya ini mencakup peningkatan kapabilitas intelijen sinyal, intelijen siber dan kolaborasi erat dengan BSSN, Kementerian Kominfo, serta penyedia layanan internet. Penguatan sumber daya manusia intelijen yang ahli teknologi siber dan penguasaan big data analytics serta kecerdasan buatan (AI) mutlak diperlukan.

“Indonesia dengan populasi pengguna internet di tahun 2024 mencapai 221,56 juta orang, menjadi target yang potensial. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di tahun 2023, telah terjadi lebih dari 400 juta upaya serangan siber dan anomali trafik di Indonesia. Meskipun detail operasi BIN bersifat rahasia, perannya dalam memberikan peringatan dini dan analisis intelijen mendalam terkait potensi serangan siber terhadap target-target strategis nasional menjadi sangat krusial,” terang Bamsoet.

Sementara dalam masalah terorisme global, Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, Indonesia mencatatkan nol serangan terorisme. Sebuah pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme.

Masih terkait terorisme global, laporan dari Global Terrorism Index terbaru menempatkan Indonesia pada peringkat ke-30 dengan kategori ‘medium impact of terrorism’. Ini menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas kelompok ekstremis dan teroris.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif BIN dalam koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus 88 Polri dalam melakukan pencegahan, penindakan, dan deradikalisasi. Langkah-langkah seperti pemantauan aktivitas online, penangkapan pelaku terorisme, dan program deradikalisasi telah memberikan dampak positif dalam menekan aktivitas terorisme di Indonesia,” urainya. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular