warta lentera great work
spot_img

Curi Perhatian Pengunjung, Ada Mobil Terbang di GIIAS 2025

Bisa mengudara 15-20 menit dalam mode manual maupun autopilot.

WARTALENTERA-Curi perhatian pengunjung, ada mobil terbang di GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang. Pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2025, banyak pabrikan otomotif yang memamerkan keandalan dari teknologi dan juga fitur yang dimilikinya.

Salah satu yang unik dan baru dipamerkan pabrikan otomotif asal China, yakni Xpeng dengan memamerkan kemajuannya melalui kendaraan terbang yang dikenal dengan XPeng X2. Kendaraan yang masuk ke dalam kategori mobil terbang electric take-off and landing (eVTOL) ini, langsung menjadi buruan pengunjung untuk mengabadikan photo bersama dengan mobil terang tersebut.

Xpeng menjadi satu-satunya jenama yang membawa kendaraan terbang tersebut. Hadir dengan konfigurasi dua penumpang, kendaraan ini diklaim sanggup untuk menopang perjalanan para kaum urban di perkotaan.

XPeng AEROHT yang merupakan perusahaan mobil terbang terbesar di Asia dan afiliasi dari XPeng, sudah sempat melakukan uji terbang pertama mobil terbang listriknya di Skydive Dubai pada tahun 2022. Melansir laman resmi perusahaan, Senin (28/7/2025) menyebutkan, bahwa XPeng X2 merupakan mobil terbang dua penumpang.

Mobil ini tidak menghasilkan emisi karbon dioksida selama penerbangan dan merupakan langkah maju dalam upaya transportasi hijau perkotaan. Mobil ini akan cocok untuk penerbangan perkotaan di ketinggian rendah di masa mendatang dan sempurna untuk perjalanan kota jarak pendek seperti wisata dan transportasi medis.

Sementara itu, mobil terbang ini memiliki dua mode mengemudi yakni manual dan juga otonom. Selama penerbangan otonom, penumpang dapat menikmati pengalaman terbang yang aman dan cerdas dengan pengoperasian mulai, kembali, dan mendarat yang mudah hanya dengan satu sentuhan tombol.

AeroHT X2, atau Land Aircraft Carrier, dapat terbang 15-20 menit dengan jarak 20 km dan dibanderol sekitar Rp5 miliar di China. Mobil terbang ini dilengkapi fitur keselamatan seperti sistem redundansi, parasut, dan mode autopilot.

Xpeng menargetkan penjualan 10 ribu unit per tahun dan mengembangkan kemampuan jelajah yang lebih jauh. Pengguna diwajibkan memiliki SIM dan lisensi pilot modifikasi untuk mengoperasikannya.

Xpeng mempertimbangkan untuk memasarkan AeroHT di Indonesia, tergantung pada regulasi. Namun mereka belum membocorkan kapan rencana tersebut mau direalisasikan.

“Kami sangat terbuka dengan peluang itu, namun akan sangat bergantung pada regulasi di Indonesia,” ucap James Wu, Wakil Presiden Xpeng di GIIAS 2025. Sebagai informasi Xpeng AeroHT diberi nama Land Aircraft Carrier.

Digadang-gadang bakal mulai dipasarkan pada 2026. Sebatas informasi, Land Aircraft Carrier berbentuk modular.

Ada semacam mothership atau mobil induk roda enam yang menyimpang mobil terbang. Mobil terbang Xpeng tidak hanya bisa dikendalikan secara manual.

Namun mampu beroperasi secara otomatis alias otonom. Menurut kabar beredar, produk satu ini mampu mengudara sampai 20 km dengan durasi 15-20 menit terbang.

Penampilan publik XPeng X2 pertama kali dilakukan di Dubai dan merupakan tonggak penting bagi XPeng AeroHT dan pencapaian internasional di bidang mobil terbang. Dubai adalah ‘Kota Inovasi’ yang terkenal di dunia, itulah alasan mereka memutuskan untuk mengadakan acara penerbangan publik pertama X2 disana. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular