WARTALENTERA-Pembangunan tanggul mitigasi banjir rob di RW 01 dan RW 22 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, ditarget selesai dalam waktu enam bulan. “Masa pengerjaan tanggul kurang lebih enam bulan yang dilakukan Dinas SDA Jakarta,” kata Lurah Pluit, Kecamatan Penjaringan, Achmad Faizal di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Ia mengatakan, tanggul mitigasi rob yang akan dibangun setinggi 1,1 meter dengan lebar mencapai enam meter. Dengan adanya tanggul mitigasi tersebut, air rob dari RT 05, RT 10, RT 09, RT 12, RT 04 di RW 22 tak akan mengalir ke permukiman warga yang lokasinya lebih rendah saat terjadi banjir rob atau banjir pesisir.
“Jadi, ketinggian di sini akan kita buat untuk menghindari air rob masuk ke daratan,” ujarnya. Selain peninggian jalan, akan dibangun pula saluran air di wilayah yang kontur tanahnya cekung sehingga ketika air laut tumpah ke sana, bisa lebih cepat surut.
Ketika air pasang laut (rob) mulai masuk ke jalan, sudah ada saluran yang terhubung ke rumah pompa yang letaknya di ujung. “Nanti dari situ air laut ditampung di rumah pompa di Waduk Muara Angke, baru dipompa ke luar,” bebernya.
Sebanyak 70 rumah warga yang melebihi Garis Sempadan Bangunan (GSB) di RW 01 dan RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mulai dibongkar guna memperlancar proses pembangunan tanggul mitigasi untuk mencegah banjir rob di kawasan tersebut.
“Ada 70 rumah, sebenarnya bukan dibongkar, tapi dirapikan karena sebagian dari bangunan warga yang tinggal di sini melampaui GSB-nya,” ulasnya lagi.
Ia mengatakan, rumah warga yang dibongkar ini memakan badan jalan sehingga harus dibongkar tapi tidak keseluruhan hanya beberapa bagian yang melebihi batas yang ditentukan. Sementara itu, warga RT 05 RW 22, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, rela rumahnya yang melebihi Garis Sempadan Bangunan (GSB) dibongkar, Jumat (16/5/2025).
Warga tak menolak pembongkaran rumah mereka dan mengaku mendukung pembangunan tanggul mitigasi rob. “Saya mendukung karena rumah memakan jalanan, kita harus mengertilah. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi,” ucap warga bernama Juna (60).
Selain itu, Juna mengaku rela area depan rumahnya dibongkar karena Lurah Pluit Achmad Faizal turun langsung untuk memberikan edukasi ke warga. (sic)


