warta lentera great work
spot_img

Hangtuah Hadapi Tantangan Inkonsistensi Jelang Playoff IBL 2025

WARTALENTERA – Tim bola basket Hangtuah Jakarta harus segera membenahi inkonsistensi permainan jika ingin bersaing secara kompetitif di babak playoff IBL 2025, usai menelan kekalahan ketiga secara beruntun. Terbaru, Hangtuah dikalahkan Kesatria Bengawan Solo dengan skor 68-84 di GOR Ciracas, Kamis (29/5/2025) malam.

Kepala pelatih Hangtuah, Wahyu Widayat Jati, menyoroti masalah utama timnya, yakni belum mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan.

“Awal-awal berjalan baik saja, tapi nggak sesuai yang kita harapkan. Padahal saya selalu bilang kita harus fokus dan konsisten 40 menit. Kita belum di level di mana, kita belum bisa sekonsisten tim-tim papan atas,” ujar Wahyu seusai pertandingan.

Selain itu, adaptasi pemain asing baru juga menjadi tantangan tersendiri. Dua pemain asing, Shabazz Muhammad dan Devin Davis, baru bergabung dalam latihan tiga hari sebelum laga berlangsung. Kondisi fisik yang belum ideal berdampak pada performa mereka di lapangan.

Wahyu mengutip pernyataan Devin Davis kepada tim di ruang ganti, yang menyampaikan permohonan maaf karena belum tampil maksimal. “Devin di locker room bilang, ini pertama kali dalam hidup saya, saya minta maaf karena gak bisa perform. Tapi saya gak mau beralasan. Saya tahu saya baru datang, saya jetlag, tapi saya tidak bermain seperti yang biasa saya mainkan di Eropa,” ucap Wahyu.

Sejak awal musim, Wahyu menargetkan Hangtuah lolos ke playoff. Namun ambisinya tak berhenti di situ. “Target pertama memang playoff. Tapi kami akan berusaha untuk bisa naik terus. Mimpi saya itu untuk bermain di final, karena kalau mimpi bermain di playoff itu terlalu rendah buat saya,” tegas Wahyu.

Jelang playoff, tantangan utama tim adalah menyesuaikan permainan lokal dengan kehadiran pemain asing baru serta meningkatkan intensitas dan kecerdasan bermain. “Target utama saya, bagaimana pemain lokal bisa adjustment dengan pemain asing yang baru di playoff. Bagaimana nanti kita bisa bekerja lebih keras lagi, bekerja lebih cerdas lagi, dan improve semua aspek,” lanjut Wahyu.

Kekalahan dari Kesatria Bengawan Solo juga berdampak pada klasemen. Kesatria (15-7) sukses membalas kekalahan sebelumnya dari Hangtuah sekaligus naik ke posisi lima klasemen sementara, menggusur Hangtuah (14-9) yang turun ke peringkat enam. (kom)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular