warta lentera great work
spot_img

IHSG Rontok Kemarin, Hari Ini Dibuka Lesu di 30,59 Poin

Pengamat sekuritas yakin ada potensi rebourn.

WARTALENTERA-IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan rontok Selasa (18/3/2025) kemarin, hingga BEI (Bursa Efek Indonesia) menghentikan sementara perdagangan saham pada sesi I kemarin, atau tepatnya di pukul 11.19, karena turun lebih dari 5% ke level 6.146,91.

“Penutupan paksa” sementara perdagangan karena dinilai sudah tidak kondusif. Pun “kejatuhan” terjadi di bursa saham AS yang ditutup melemah pada kemarin. Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed dengan menilai dampak potensial dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,62 persen, S&P 500 melemah 1,07 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,71 persen. Rabu (19/3/2025) hari ini, IHSG kembali dibuka melemah 1,16% ke level 6151.

Kemarin IHSG mengalami penurunan dalam mencapai 7% ke level Rp6.084. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19. Kejatuhan IHSG diawali dengan rontoknya saham-saham unggulan (bluechips) seperti bank-bank besar, dan emiten teknologi raksasa milik konglomerat.

Sementara itu sejumlah emiten lain milik konglomerat kenamaan RI ikut menjadi pemberat gerak IHSG. Saham DCI Indonesia (DCII) yang kembali menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) atau ambruk 20% ke level 115.800 menjadi pemberat utama.

Sebagaimana diketahui, saham DCII sebelumnya reli panjang dengan kenaikan harian selalu menyentuh auto reject atas (ARA). Namun, kondisinya langsung berbalik arah setelah saham tersebut keluar dari papan pemantauan khusus.

Rabu pagi, IHSG BEI juga masih dibuka lesu di 30,59 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.192,80. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,27 persen ke posisi 707,13.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat mulai menguat ke level 6.229,65 atau naik tipis 6,26 poin setara 0,10 persen. Sebanyak 230 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini.

Sementara, 201 saham lainnya melemah dan sebanyak 176 saham stagnan. Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.15 WIB sebanyak Rp1,84 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 1,81 miliar saham.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebutkan, IHSG hari ini berpotensi rebound. “Diperkirakan support IHSG di level 6.070-6.150 dan resist IHSG pada 6.300-6.320,” ungkap Fanny dalam riset hariannya, melansir Investing, Rabu (19/3/2025).

Adapun pada perdagangan kemarin (18/3), IHSG ditutup turun 3,84 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2,57 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, dan ADRO. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular