WARTALENTERA-Laga Indonesia vs Bahrain, Selasa (23/3/2025) pekan depan di SUGBK, Jakarta akan menjadi duel yang paling ditunggu. Bisa dipastikan, pertandingan bakal berlangsung seru dan sengit.
Indonesia dipastikan main all out, ditambah suporter yang juga akan mendukung penuh pemain timnas. Ketua Umum PSSI Erick Thohir, memastikan bahwa timnas Bahrain juga akan membawa sejumlah suporternya untuk mendukung langsung tim mereka saat menghadapi timnas Indonesia dalam laga kedelapan Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Erick tidak mengungkap jumlah pasti suporter Bahrain yang akan hadir di SUGBK, tetapi ia memastikan bahwa jumlahnya tidak banyak. Pernyataan itu disampaikan, setelah melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Bahrain di Indonesia, membahas persiapan pertandingan dan jaminan kelancaran laga.
Dalam pernyataannya, pria yang menjabat sebagai Menteri BUMN itu juga menegaskan, bahwa PSSI berkomitmen memastikan pertandingan berlangsung kondusif, termasuk dalam hal penerimaan suporter Bahrain oleh pendukung timnas Indonesia. Ia mengingatkan bahwa suporter Indonesia telah menunjukkan sikap ramah terhadap fans Jepang dan Arab Saudi yang datang ke SUGBK pada November 2024 lalu.
Ia juga mengingatkan, bahwa sesuai regulasi FIFA, suporter tim tamu diperbolehkan hadir dengan jumlah maksimal lima persen dari kapasitas stadion. Hal ini berlaku untuk semua tim, termasuk timnas Indonesia saat bertandang ke negara lain.
“Kemarin informasi yang saya terima itu tidak begitu banyak. Tetapi tentu saja kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Kita harus bisa memastikan jangan sampai melakukan hal-hal buruk,” imbaunya, dikutip Selasa (18/3/2025).
Lebih lanjut, ia percaya bahwa suporter timnas Indonesia bisa menunjukkan sikap dewasa dan menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa atmosfer sepak bola Indonesia aman dan sportif. Kita harus jadi pahlawan yang bisa bermain dengan baik. Kita harus jadi tuan rumah yang baik. Kita harus membuktikan bahwa kita ini kuat,” tegasnya.
3.000 Tiket Ludes
PSSI telah menyediakan 3.000 tiket untuk para suporter tim tamu saat Timnas Bahrain. Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), Marsal Masita menjelaskan, bahwa Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) tidak memanfaatkan kuota 3.000 tiket tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Marsal juga mengungkapkan bahwa PSSI memutuskan untuk menjual kuota tiket tersebut kepada masyarakat umum dan pendukung Timnas Indonesia, yang langsung ludes dalam waktu singkat. “Kami telah menyediakan 3.000 tiket untuk Bahrain. Namun, hingga hari H, mereka tidak mengambil tiket tersebut sama sekali,” kata Marsal di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, dikutip Selasa (18/3/2025).
“Oleh karena itu, kami tidak dapat menunggu lebih lama. Kami harus mematuhi deadline yang ada. Dengan demikian, 3.000 tiket tersebut terpaksa kami jual. Tiket tersebut juga termasuk yang kami umumkan kepada publik,” imbuhnya.
“Meskipun kami sudah memberikan kesempatan dan menetapkan tenggat waktu, mereka tetap tidak mengambil tiket tersebut hingga batas waktu yang ditentukan. Jadi, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tambah Marsal.
Keputusan ini diambil demi menjaga kelancaran acara dan memenuhi kebutuhan penonton lainnya. Dalam situasi ini, penting bagi penyelenggara untuk mengambil langkah yang tepat agar semua pihak dapat terlayani dengan baik.
Tensi Tinggi
Duel kali ini, memang dipastikan akan memiliki tensi tersendiri, mengingat insiden kontroversial yang terjadi di pertemuan sebelumnya antara timnas Indonesia dan Bahrain di Stadion Internasional Bahrain, Riffa. Pada pertandingan tersebut, timnas Indonesia merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang berujung pada hasil imbang 2-2.
Keputusan wasit tersebut memicu kekecewaan suporter Indonesia, yang kemudian meluapkan kegeraman mereka di media sosial dengan menyerang akun-akun terkait Bahrain. Situasi ini sempat membuat Bahrain mengajukan permintaan kepada FIFA dan AFC agar pertandingan melawan timnas Indonesia dipindahkan ke tempat netral.
Namun, FIFA menolak permintaan tersebut dan memastikan laga tetap digelar di SUGBK. (sic)


