WARTALENTERA – Julham Firdaus kembali pimpin BK DPRD Tangsel. Politikus dari Partai Demokrat itu, kembali terpilih menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tangsel periode 2024-2029.
Ia terpilih kembali, setelah melalui proses musyawarah dan rapat panjang seluruh lintas fraksi di DPRD Kota Tangsel. Melansir tangselpos, Kamis (12/12/2024), Julham mengatakan, fokusnya masih akan soal penguatan peran BK dalam meningkatkan kinerja dewan.
Menurut Julham, BK memiliki tugas agar seluruh anggota dewan bekerja sesuai dengan tata tertib (Tatib) DPRD dan juga aturan yang ada. “Alhamdulillah, saya kembali mendapatkan kepercayaan di periode ini, untuk kembali menjadi Ketua BK DPRD Kota Tangsel. Kami di BK nanti, akan terus bekerja keras, agar mampu meningkatkan motivasi kinerja seluruh anggota dewan di periode ini,” jelas pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangsel ini.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan konsolidasi kepada seluruh fraksi yang ada, untuk mengingatkan kembali terhadap tugas dan fungsi dewan. “Kita akan jelaskan kembali, bahwa ada tatib dan aturan perundangan yang harus kita patuhi sebagai wakil rakyat,” ulasnya.
Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan motivasi kinerja dewan, BK Award yang telah ada di periode sebelumnya akan kembali dilanjutkan. “Program BK Award ini akan kembali kami lanjutkan sebagai bagian dari untuk meningkatkan motivasi kinerja dewan,” tutupnya.
Sekilas Profil
Julham merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dirinya sempat mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Tangsel di Pilkada 2024, namun tidak jadi ikut kontestasi. Ia mengaku kecintaannya terhadap Tangsel yang mendorong dirinya kala itu mau maju sebagai calon Wali Kota Tangsel.
Latar belakang pria asal Ciputat itu sempat tertarik maju sebagai orang nomor satu di Tangsel itu karena selama Tangsel berdiri, ia melihat belum ada satupun putra-putri daerah yang memimpin Tangsel. Ia dalam wawancaranya dengan radar banten tahun lalu, dikutip Kamis (12/12/2024), kala itu mengaku prihatin, karena sebetulnya banyak putra-putri daerah memiliki kapasitas dan visioner untuk memimpin Tangsel.
“Kita menginginkan putra-putri terbaik Tangsel yang mengetahui budaya dan sejarah Tangsel, tapi juga mumpuni secara keilmuan, akademis dan solutif, memimpin Tangsel,” jelasnya, kala itu. Ia menilai, selama Tangsel berdiri belum ada pemimpin yang mampu mengangkat Tangsel dari sisi budaya dan memberdayakan masyarakatnya.
“Kita lihat saja selama ini, budaya kita ada yang terangkat tidak? Para sesepuh kita, lansia kita, para pendiri Tangsel diperhatikan tidak? Saat ini pemimpin kita mengerti tidak dengan sejarah dan budaya Tangsel,” ungkapnya lagi. (sic)


