warta lentera great work
spot_img

Kardinal Ignatius Suharyo ke Vatikan, Siap Ikut Konklaf Dimulai 7 Mei

Mencari pengganti mendiang Paus Fransiskus.

WARTALENTERA-Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo berangkat ke Vatikan untuk mengikuti konklaf atau pemilihan Paus yang baru, pengganti Paus Fransiskus yang sudah meninggal dunia, Sabtu (3/5/2025). Konklaf akan digelar tertutup pada 7 Mei 2025.

Ignatius Suharyo terbang ke Vatikan setelah menghadiri Asa Gerakan Belarasa yang digelar Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) di Museum Nasional, Sabtu (3/5/2025). “Saya tidak membuat persiapan apa-apa yang membuat persiapan adalah para kardinal yang sudah ada di Roma sana dan nanti datang saja dengan hati terbuka dan pikiran terbuka mengikuti proses,” ujar Kardinal Suharyo, dikutip Minggu (4/5/2025).

Ia meyakini, proses konklaf akan berjalan dalam penyertaan Tuhan. Sehingga apapun yang terjadi nantinya merupakan bagian dari rencana Yang Kuasa.

“Saya yakin karena bukan hanya kami-kami kardinal ini yang akan memilih. Tetapi dengan bimbingan Tuhan selalu berjanji untuk menyertai gereja, penyertaan itulah yang kita andalkan,” yakinnya.

Suharyo tidak bisa memprediksi siapa pemimpin gereja Katolik seluruh dunia berikutnya yang akan terpilih pada konklaf 2025. “Memang ada macam-macam suara, macam-macam tuntutan tetapi nanti yang akan terjadi di dalam ruang konklaf itu tidak tahu kita,” tambahnya.

Diketahui, saat ini umat Katolik masih dalam masa berkabung selama sembilan hari atau Novemdiales atas kepergian Paus Fransiskus. Setiap harinya digelar ibadah yang bisa diikuti oleh umat Katolik.

Kardinal Suharyo berharap Paus berikut bisa melanjutkan kepemimpinan yang melayani, seperti yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus. “Berharap supaya model kepemimpinan Paus Fransiskus itu dilanjutkan,” pungkasnya.

Sebatas informasi, Dewan Kardinal secara resmi menyatakan bahwa seluruh 133 kardinal elektor yang akan berpartisipasi dalam konklaf pada 7 Mei 2025 memiliki hak suara untuk memilih Paus baru. Pernyataan ini disampaikan oleh Kantor Pers Takhta Suci (Vatican News) melalui deklarasi resmi yang dirumuskan oleh para kardinal dalam Kongregasi Umum yang berlangsung pada hari Rabu (30/4/2025) lalu.

Dalam deklarasi tersebut, ditegaskan bahwa seluruh kardinal elektor yang hadir secara sah berhak memilih Paus baru dalam konklaf 2025, meskipun konstitusi apostolik Universi Dominici Gregis pada paragraf 33 menyebutkan batas maksimum 120 kardinal pemilih.

Namun, para kardinal menegaskan bahwa mendiang Paus Fransiskus telah menghapus batas tersebut dengan mengangkat lebih dari 120 kardinal berusia di bawah 80 tahun, yang memenuhi syarat sebagai pemilih.

“Oleh karena itu, para kardinal yang melebihi batas 120 tersebut telah memperoleh hak memilih Paus Roma, sesuai dengan ketentuan paragraf 36 dalam konstitusi yang sama, sejak saat penunjukan dan penerbitan dekrit pengangkatan mereka,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Dalam dokumen yang sama, para kardinal juga menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Kardinal Giovanni Angelo Becciu yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam konklaf 2025. Terkait kasus hukum yang melibatkan Kardinal Becciu, para kardinal menambahkan harapan agar otoritas hukum yang berwenang dapat mengungkap fakta secara adil dan transparan.

“Kongregasi mencatat bahwa Kardinal Becciu, demi kebaikan Gereja serta untuk menjaga persekutuan dan ketenangan proses konklaf 2025, telah menyatakan keputusannya untuk tidak ambil bagian dalam pemilihan,” tulis pernyataan itu. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular