warta lentera great work
spot_img

Lahan Negara di Kawasan Manggarai Bakal Dibangun Rumah Rakyat

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan program penataan kawasan permukiman di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

WARTALENTERA – Sebanyak 17 hektar lahan negara dekat Stasiun Manggarai bakal dibangun rumah rakyat. Rencana pembangunan itu ditegaskan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Menteri PKP menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyusun perencanaan program penataan kawasan permukiman di sekitar Stasiun Manggarai. Itu diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara yang ada di kawasan perkotaan sehingga dapat menjadi lokasi pembangunan hunian bagi rakyat sekaligus mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.

“Kami berharap PT KAI terlebih dulu bisa melakukan survey dan pendataan hunian yang ada di lahan negara yang ada di sekitar kawasan Stasiun Manggarai,” jelas Menteri PKP, Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Manggarai, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Menteri PKP, lahan negara yang menjadi aset PT KAI tentunya bisa menjadi lokasi pembangunan rumah rakyat. Apalagi lokasinya berada di kawasan strategis di perkotaan sehingga bisa menjadi hunian yang layak bagi masyarakat.

Pada kunjungannya ke Stasiun Manggarai, Menteri PKP Maruarar bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat menaiki kereta rel listrik (KRL) guna meninjau kawasan hunian yang ada di pinggiran Stasiun Manggarai.

Adanya koordinasi yang intens antara Kementerian PKP dan Kementerian BUMN diharapkan memperoleh data lahan disertai potensi pemanfaatan untuk perumahan.

Berdasarkan data yang ada, PT KAI saat ini juga telah bekerja sama dengan Perum Perumnas membangun 4 hunian berbasis TOD di sejumlah titik stasiun yang ada. Lokasinya antara lain di Semesta Mahata Serpong, Semesta Mahata Margonda, Semesta Mahata Tanjung Barat dan Semesta Parayasa.

Untuk pengembangan TOD ke depan, PT KAI juga telah menetapkan lima lahan prioritas seluas 17 hektar yang siap dikerjasamakan untuk hunian terintegrasi. Beberapa lokasi yang tengah disiapkan antara lain di Kota Solo yakni di sekitar Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Balapan, Stasiun Surabaya Gubeng di Kota Surabaya, Stasiun Cicayur di BSD, Tangerang dan Stasiun Sudimara di Bintaro, Tangerang.

“Untuk pembangunan rumah di sekitar stasiun milik PT. KAI bisa mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan hunian terintegrasi. Jadi hunian vertikal yang dekat dengan moda transportasi kereta api sehingga mempermudah mobilisasi masyarakat saat bekerja,” katanya. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular