warta lentera great work
spot_img

Menteri PU Angkat Kuliah Umum Infrastruktur di Lemhannas

Indonesia Emas 2045 menuntut pemimpin yang dapat memahami peta jalan pembangunan infrastruktur secara utuh.

WARTALENTERA – Kebijakan yang dilaksanakan Kementerian PU saat ini diarahkan untuk memastikan Indonesia memiliki pondasi yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian global dan dinamika geopolitik yang terus berubah.

Itu yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam materi kuliah tamu di Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Lemhannas Angkatan XXVI. Dalam kesempatan itu, menteri menyampaikan kuliah umum mengenai peran strategis infrastruktur dalam memperkuat ketahanan nasional.

“Dalam satu tahun ini, Kementerian PU bergerak dalam bingkai Asta Cita, menggabungkan efisiensi pembangunan dengan misi perlindungan rakyat. Empat pilar, yaitu air, pangan, energi, dan konektivitas menjadi fokus utama,” katanya di Lemhannas, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Setiap bendungan yang dibangun, lanjut Menteri PU, jaringan irigasi yang direhabilitasi, jalan dan jembatan yang dibuka, sistem air minum dan sanitasi yang diperkuat, semuanya diarahkan untuk menambah kekuatan negara, bukan sekadar menambah bangunan fisik.

Menteri Dody juga menegaskan kegiatan P3N Lemhannas itu merupakan upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang tugas, pokok, dan fungsi Kementerian PU dengan konteks strategis yang lebih mendalam. “Agenda hari ini adalah memberikan kuliah umum untuk para peserta P3N Angkatan 26 tentang apa sebetulnya tugas, pokok, fungsi dari Kementerian Pekerjaan Umum yang diamanahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” jelas Menteri Dody.

Dia menambahkan bahwa Lemhannas adalah kawah candradimuka bagi para calon pemimpin bangsa, sehingga Kementerian PU merasa penting untuk memberi gambaran yang jelas tentang arah kebijakan infrastruktur nasional. “Kami memberikan informasi lebih detail agar kemudian bagaimanapun juga, kita harus akui bahwa Lemhannas itu kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin bangsa. Maka perlu kita berikan tambahan informasi tentang apa sebenarnya PU itu dan bagaimana arahnya ke depan,” tambah Menteri Dody.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily memberikan apresiasi atas kehadiran Menteri PU dan pandangannya yang dinilai sangat strategis bagi peserta P3N. Gubernur Ace menekankan pemahaman tentang infrastruktur harus menjadi bagian dari kompetensi para calon pemimpin nasional.

“Kehadiran Bapak Menteri PU memberikan pembekalan kepada peserta P3N tentang betapa strategisnya pembangunan infrastruktur sebagai fundamental untuk memastikan program utama Presiden Prabowo. Seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air, hingga peningkatan kualitas sekolah rakyat,” jelas Gubernur Ace.

Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 menuntut pemimpin yang dapat memahami peta jalan pembangunan secara utuh, termasuk peran infrastruktur sebagai fondasi ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

“Pak Menteri PU memaparkan dengan sangat baik tentang bagaimana seharusnya peran pimpinan nasional untuk memastikan ketahanan nasional kita kuat. Dan salah satu instrumennya adalah pembangunan infrastruktur, terutama ketahanan pangan, energi, air, dan peningkatan SDM unggul,” ungkap Gubernur Ace.

Menutup kegiatan, Menteri Dody menegaskan kembali bahwa koordinasi antara Kementerian PU dan Lemhannas tidak hanya berhenti pada kegiatan ini. Menteri Dody memastikan bahwa komunikasi antara kedua institusi akan terus berjalan untuk memastikan arah pembangunan tetap sejalan dengan kepentingan ketahanan nasional.

“Kerja sama pasti akan ada, selalu. Kami selalu butuh arahan agar pekerjaan kami tetap dalam koridor ketahanan nasional. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk memberikan insight tentang apa itu PU dan bagaimana arah pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan kita kerjakan,” tutup Menteri Dody. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular