x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Rendang Bagian dari Industri Kuliner Unggulan, Kemenperin Dorong Go International

Editor :

WARTALENTERA-Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus mengembangkan makanan khas Sumatera Barat, rendang sebagai bagian dari industri kuliner unggulan yang ditarget go international. Selain untuk memperkuat perekonomian lokal, pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) rendah diharapkan bisa menembus pasar internasional.

Pemerintah Kota Payakumbuh sudah melakukan upaya itu, dengan menjadikan rendang sebagai bagian dari bekal konsumsi jamaah haji asal Indonesia. “Ini adalah bentuk diplomasi budaya sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku IKM rendang,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Rabu (14/5/2025).

Sebelumnya, Kemenperin telah meresmikan Gedung Fasilitas Produksi IKM Rendang Gadih di Payakumbuh, Sumatera Barat. Menurut Reni, rendang berperan penting dalam mendukung program nasional  Indonesia Spice Up the World (ISUTW).

“Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan ekspor bumbu dan makanan olahan Indonesia, dengan target ekspor USD2 miliar. Selain itu, untuk memperluas kehadiran restoran Indonesia di mancanegara,” terangnya lagi.

Menurutnya, rendang memiliki potensi untuk dipromosikan di pasar internasional. Karena rendang merupakan ikon kuliner Indonesia yang otentik dan berbasis rempah.

Pemerintah Kota Payakumbuh bahkan membuat program “School of Randang”. Sekolah ini bukan hanya mengajarkan teknik memasak rendang secara autentik tapi juga menerapkan standar keamanan pangan.

Hal itu tentu saja untuk memenuhi tuntutan standar pasar global. Kemenperin juga memberikan dukungan terhadap pengembangan ekosistem industri rendang dengan berbagai program.

"Misalnya, revitalisasi sentra IKM melalui skema dana alokasi khusus, restrukturisasi mesin dan peralatan produksi. Serta memfasilitasi sertifikasi keamanan pangan seperti HACCP dan SNI wajib,” ujar Reni.

Selain itu, Kemenperin memberikan dukungan untuk meningkatkan kualitas kemasan produk dan perluasan akses pasar. Akselerasi bisnis rendang juga dilakukan melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) yang mendorong inovasi produk berbasis bahan pangan lokal.

Meski demikian, Kemenperin melihat pengembangan ekosistem IKM rendang masih menghadapi banyak tantangan. Mulai dari masalah ketersediaan dan harga bahan baku hingga kebutuhan  adopsi teknologi untuk keperluan produksi.

"Tantangan lainnya adalah masalah penerapan standardisasi dan sistem keamanan pangan. Termasuk kebutuhan sarana produksi, sanitasi dan higienitas tenaga kerja,” bebernya. (sic)

Berita Terbaru
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.