x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Jokowi Pertimbangkan Pimpin PSI, Tantangannya Bukan Main

Editor :

WARTALENTERA–Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengaku masih mempertimbangkan secara matang peluangnya bila maju sebagai calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menyebut tidak ingin ikut bertarung jika kemungkinan untuk menang tidak besar. "Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut saya kalah," ujar Jokowi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Meski belum memutuskan secara pasti, Jokowi menyampaikan bahwa waktu pendaftaran calon Ketua Umum PSI masih cukup panjang, sehingga ia masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan langkah politik tersebut. "Belum (mendaftar). Kan masih panjang, seingat saya masih Juni," katanya.

Menurut Jokowi, sistem e-voting yang digunakan PSI dalam proses pemilihan ketua umum menjadi tantangan tersendiri. Sistem ini memungkinkan setiap anggota partai memiliki hak suara secara langsung, atau dikenal dengan prinsip "one man, one vote". "Ya belum tahu (seberapa besar peluang menang). Yang saya tahu katanya mau pakai e-voting, one man, one vote. Seluruh anggota diberi hak untuk memilih. Yang sulit di situ," sambungnya.

Dukungan dan Harapan dari PSI

Sebelumnya, PSI secara terbuka menyatakan harapan agar Jokowi bersedia mendaftar sebagai calon ketua umum. Posisi tersebut saat ini masih dijabat oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Pendaftaran calon ketua umum PSI sendiri dibuka hingga 31 Mei 2025 dan dilakukan di Kantor Pusat PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kemudian apakah Pak Jokowi akan menjadi calon? Kita doakan," kata Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Pemilu Raya PSI, Selasa (13/6/2025) di Jakarta.

Respons dari PDI Perjuangan

Menanggapi wacana tersebut, Politikus PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menyatakan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan di internal PSI sepenuhnya merupakan hak dan independensi partai tersebut.

"PDI menyalonkan siapa kan internal PDI, tidak dicampuri. PSI punya independensi untuk memutuskan siapa pun, itu hak setiap organisasi," kata Aria Bima kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (14/5/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya menghormati dinamika politik dan proses demokratis di seluruh partai politik Indonesia. "Kongres partai kita hormati, kita menghormati seluruh partai di Indonesia ini untuk memberikan semacam pengabdian kepada bangsa lewat demokratisasi," ujarnya.

"Kita harapkan kongres PSI juga menjadikan instrumen penguatnya demokrasi dan menguatnya berbagai hal yang menyangkut dinamika nasional," tutup Aria. (kom)

Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 05:10 WIB

Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027

Pemerintah mulai memastikan kesiapan angkutan natal 2026 dan tahun baru (nataru) 2027.
Selasa, 03 Nov 2026 08:32 WIB

Dicibir Warganet Pakai Implan Payudara, Ini Jawaban Elegan Agnez Mo

Dicibir warganet pakai implan payudara, Agnez Mo jawab secara elegan.
Selasa, 03 Nov 2026 05:54 WIB

Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Pemerintah menjaga jalan tetap fungsional meskipun rawan longsor di Ruas Tapan-Batas Jambi.
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.