x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

KPAI Soroti Minimnya SOP dalam Pendidikan Barak Militer Jabar

WARTALENTERA–Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti belum adanya standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jawa Barat Istimewa, yang mengusung model pendidikan ala barak militer.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/5/2025), bahwa program tersebut hingga kini belum dilengkapi panduan teknis, petunjuk pelaksanaan, maupun SOP baku sebagai acuan penyelenggaraan. “Belum terdapat standar baku yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan program, seperti belum ada panduan, petunjuk teknis, dan SOP,” tegas Jasra.

Ketidakteraturan Pelaksanaan di Lapangan

Ketiadaan regulasi yang jelas ini, menurut KPAI, telah menyebabkan perbedaan pelaksanaan yang mencolok di dua lokasi pendidikan, yakni Barak Militer Resimen 1 Shira Yudha Purwakarta dan Depo Pendidikan Bela Negara Rindam III Siliwangi, Cikole, Kabupaten Bandung Barat.

Jasra menjelaskan bahwa perbedaan tersebut mencakup struktur program, kelengkapan sarana dan prasarana, rasio antara peserta dan pembina, serta metode pengajaran mata pelajaran formal yang tidak seragam, walaupun peserta berasal dari jenjang dan jurusan yang sejenis. “Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu hasil dari program secara keseluruhan,” tambahnya.

Apresiasi Tujuan Program, Fokus pada Perlindungan Anak

Meski mencatat kekurangan dari sisi regulasi, KPAI mengapresiasi substansi program pendidikan karakter yang dijalankan. Program Panca Waluya memuat unsur-unsur penting seperti:* Pendidikan bela negara* Penguatan mental, spiritual, dan sosial* Pembentukan kedisiplinan* Peningkatan kemandirian* Penanaman nilai-nilai kebangsaan

Namun demikian, Jasra menegaskan bahwa program ini harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak. Hal tersebut mencakup mitigasi risiko kekerasan, penyediaan SDM terlatih, dukungan anggaran memadai dan berkelanjutan, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Tinjauan Lapangan oleh KPAI

Dalam rangka evaluasi dan pemantauan, KPAI telah melakukan kunjungan langsung ke kedua lokasi pelaksanaan program. Tujuannya adalah untuk:* Mendapatkan gambaran nyata pelaksanaan program* Menilai kesiapan regulasi dan pengawasan* Memastikan terpenuhinya prinsip dasar perlindungan anak* Meninjau keberlanjutan anggaran, SDM, dan layanan pendukungMelalui tinjauan tersebut, KPAI berharap program ini ke depan dapat berjalan dengan struktur yang lebih jelas, regulasi yang kuat, dan berorientasi pada kesejahteraan serta keselamatan peserta didik. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu