x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Trump Mau Pindahkan 1 Juta Warga Palestina dari Gaza ke Libya

WARTALENTERA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk merelokasi 1 juta warga Palestina yang terkepung di Gaza ke Libya. Angka itu artinya setengah dari populasi sekitar 2,2 juta orang yang ada di jalur Gaza.

Rencana memindahkan hingga satu juta warga Palestina ke negara Afrika Utara tersebut, dilaporkan NBC News, mengutip lima sumber dari kalangan pejabat senior yang mengetahui rencana itu. Dua dari sumber tersebut mengatakan usulan ini telah berkembang cukup jauh hingga dibahas langsung dengan pimpinan Libya.

AS telah menawarkan untuk mencairkan miliaran dolar dana Libya yang dibekukan jika negara itu setuju menampung warga Palestina yang mengungsi, kata tiga dari sumber itu. Mereka mengatakan pemerintah Israel telah mengikuti perkembangan pembicaraan tersebut dan menekankan bahwa belum ada kesepakatan final yang dicapai.

Seorang mantan pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa jumlah warga Palestina yang bersedia secara sukarela meninggalkan Gaza masih belum pasti dan menyebutkan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan untuk menawarkan insentif finansial, termasuk tempat tinggal gratis dan tunjangan, agar mereka mau pindah.

Kendati demikian, terdapat tantangan logistik dan keuangan yang besar terkait rencana tersebut. Libya tetap berada dalam kekacauan sejak 2011, ketika penguasa lama Muammar Gaddafi digulingkan setelah berkuasa selama empat dekade.

Bentrokan bersenjata kembali meletus pekan ini di ibu kota Tripoli, tetapi gencatan senjata berhasil disepakati pada hari Rabu setelah dua hari pertempuran. Serangan dimulai pada hari Senin setelah kematian Abdel Ghani al-Kikli, mantan kepala Aparat Dukungan Stabilitas yang berafiliasi dengan Dewan Kepresidenan Libya.

Sebelumnya, pada Kamis (15/5/2025) Trump mengatakan seharusnya AS mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi "zona kebebasan."

"Saya punya konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus, jadikan itu zona kebebasan, biarkan Amerika Serikat terlibat dan jadikan itu zona kebebasan,” katanya kepada wartawan di Qatar sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab, tujuan terakhir dari kunjungannya di Teluk.

"Buat zona kebebasan yang sesungguhnya, karena tampaknya Gaza, setiap waktu, setiap 10 tahun, selalu terjadi lagi, bahkan lebih dari itu. Sebenarnya terus berulang. Itu tidak pernah menyelesaikan masalah Gaza,” ucapnya.

Trump mengatakan bahwa "jika itu diperlukan, saya pikir saya akan bangga jika Amerika Serikat memilikinya, mengambilnya, menjadikannya zona kebebasan."

"Biarkan hal-hal baik terjadi. Tempatkan orang-orang di rumah dimana mereka bisa merasa aman, dan Hamas harus ditangani," tambahnya. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu