x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

1,5 Juta Pemilih Pemula Terancam Tak Bisa Nyoblos, Wakil Menteri Instruksi Begini

Editor :

WARTALENTERA - Sebanyak 1,5 juta pemilih pemula di Indonesia terancam tak bisa nyoblos di Pilkada 2024. Pasalnya, ternyata mereka belum melakukan perekaman e-KTP. Hal itu mendorong Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya untuk melakukan percepatan perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula.

"Ya harus semaksimal mungkin, waktunya kan sudah mepet kurang dari satu bulan. Ternyata masih ada 1,5 juta (pemilih pemula) dan ini harus dikejar oleh kita semua," ungkap Bima Arya, melansir siaran pers, Kamis (7/11/2024).

Ia meminta seluruh pihak bisa saling berkoordinasi terkait hal tersebut. Termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan pihak-pihak sekolah.

Warga yang sudah mencapai usai 17 tahun ke atas dan memiliki hak pilih penting untuk melakukan perekaman data e-KTP. Diharapkan mereka menjadi bagian dari pendidikan politik di Indonesia.

"Makanya kita sarankan untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah karena mereka yang punya data anak-anak kita. Bisa sekolah bisa panti asuhan kemudian juga pesantren, ini harus dijemput bola ke sana," tegasnya.

Selain pemilih pemula, sambungnya, pendataan perekaman kepada pemilih rentan dan kalangan disabilitas juga jangan sampai diabaikan.

Ia mendapat keluhan dari LSM pendamping para penyandang disabilitas bahwa belum semua warga difabel tercatat dalam perekaman tersebut. Jika tercatat pun, data yang tertera di sana tidak sesuai.

"Jadi ketika dilakukan sensus yang disabilitas ini tercatat sebagai warga yang bukan disabilitas. Sedangkan mereka perlu difasilitasi ketika nyoblos," ucapnya.

Sebab menurutnya, berbeda dengan pemilih biasa, penyandang disabilitas membutuhkan alat bantu dan pendamping saat tengah melaksanakan hak pilih mereka di Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Jadi hpemilih pemula tak bisa nyoblosarus mendapat perhatian lebih dari kita semua," tandasnya. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.