x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Guguran Lava

Editor :

WARTALENTERA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak 11 kali. Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) guguran lava dari Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu meluncur ke arah Kali Bebeng.

Menurut Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso, pengamatan yang dilakukan pada Jumat (8/11/2024) dilakukan pada pukul 00.00 sampai dengan 06.00 WIB.

"Teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter," kata Agus seperti dikutip dari Antara.

Selama periode pengamatan itu, Gunung Merapi juga mengalami 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-42 mm selama 25.2-160.1 detik dan 59 gempa fase banyak dengan amplitudo 3-6 mm selama 5.6-8.76 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Merapi.

Cuaca di gunung itu cerah dan mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 15-19 derajat Celsius dengan kelembaban udara 66-92.8 persen, dan tekanan udara 838.9-918 mmHg.

Mengacu laporan BPPTKG periode 25 Oktober -1 November 2024, morfologi kubah barat daya Gunung Merapi teramati adanya perubahan akibat aktivitas pertumbuhan kubah, dan guguran lava.

Sedangkan untuk morfologi kubah tengah tidak ada perubahan morfologi yang signifikan.

"Berdasarkan analisis foto udara tanggal 24 Oktober 2024 volume kubah barat daya mengalami peningkatan, terukur sebesar 3.077.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.361.800 meter kubik," kata Agus.

Agus menyatakan hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Jika terjadi erupsi eksplosif, ujarnya, maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.(inx)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.