x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

99 Persen Gletser di Puncak Carstensz Mencair, RI Dorong Pelestarian Global

Editor :

WARTALENTERA - Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir mengungkapkan bahwa 99 persen dari luas gletser di Puncak Carstensz sudah lenyap. Wamenlu menyoroti krisis iklim yang menjadi penyebab utama mencairnya gletser di berbagai belahan dunia.

Hal ini disampaikan Wamenlu saat memimpin delegasi Indonesia dalam High-Level Conference on Glaciers Preservation (HLCGP) yang berlangsung di Tajikistan, yang merupakan momentum penting untuk menggalang solidaritas internasional dalam pelestarian gletser di seluruh dunia.

Dalam sesi pleno konferensi, Wamenlu Arrmanatha menyampaikan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara tropis, Indonesia juga merasakan dampak langsung dari mencairnya gletser.

“Indonesia mungkin negara tropis, tetapi kami juga memiliki gletser. Sayangnya, kini 99 persen dari luas gletser di Puncak Carstensz di Papua telah lenyap akibat perubahan iklim,” katanya dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (1/6/2025).

Lebih lanjut, Wamenlu menyoroti krisis iklim yang menjadi penyebab utama mencairnya gletser di berbagai belahan dunia dan pentingnya memperkuat sistem multilateral dalam menghadapi tantangan global ini.

“Indonesia mendukung penuh penguatan kepercayaan terhadap sistem multilateral, khususnya melalui pendanaan iklim yang adil dan akses terhadap teknologi adaptif. Pelestarian gletser adalah pelestarian masa depan umat manusia,” ujar Arrmanatha.

Konferensi yang berlangsung pada 29-31 Mei ini diikuti lebih dari 2.200 delegasi dari 65 negara, termasuk pemimpin tinggi dari berbagai negara seperti Perdana Menteri Pakistan serta wakil presiden Iran, Zimbabwe, Gambia, dan Maladewa.

Sekitar 70 organisasi internasional hadir, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina J. Mohammed, Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Sekretaris Eksekutif UNESCAP, serta Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon menyampaikan keprihatinannya terhadap percepatan pencairan gletser, yang memicu hilangnya lebih dari 600 gigaton es dalam beberapa dekade terakhir.

Sementara Wakil Sekjen PBB, Amina J. Mohammed menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor, pendanaan iklim yang kuat, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertemuan ini merupakan konferensi tingkat tinggi pertama yang membahas isu gletser.

Kehadiran dan pernyataan Indonesia dalam konferensi ini menegaskan posisi aktif dan konstruktif Indonesia dalam mendorong kerja sama global yang inklusif dan berbasis solusi untuk menghadapi krisis iklim.

Indonesia berkomitmen untuk tidak meninggalkan siapa pun dalam transisi menuju masa depan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan, demikian keterangan Kemlu RI. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.