x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Ironis, Sukses PSG Berujung Kerusuhan, Dua Orang Tewas

WARTALENTERA-Sukses PSG (Paris Saint-Germain) menjuarai Liga Champions 2024-2025 justru berakhir dengan kerusuhan. Perayaan pesta juara klub berjuluk Les Parisiens itu bahkan memakan korban.

Melansir Reuters, Minggu (1/6/2025), perayaan kemenangan PSG di final Liga Champions berujung tragis dan ricuh di Prancis. Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, dua orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap di berbagai kota setelah suporter merayakan kemenangan bersejarah klub tersebut.

Di Kota Dax, barat daya Prancis, seorang remaja berusia 17 tahun meninggal dunia akibat luka tusukan di dada pada Sabtu (31/5/2025) malam waktu setempat, menurut laporan media lokal. Sementara itu, seorang pria berusia 23 tahun yang mengendarai skuter di pusat kota Paris tewas setelah tertabrak kendaraan, kata kantor kejaksaan setempat.

Perayaan yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi kekacauan. Suar dan kembang api dinyalakan, halte bus dirusak, dan mobil-mobil dibakar di berbagai lokasi.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan 192 orang terluka dan 559 orang ditangkap, termasuk 491 di Paris. Selain itu, 22 petugas polisi dan 7 petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka, sementara 264 kendaraan dibakar.

Wali Kota Dax, Julien Dubois, menyampaikan belasungkawa. "Pikiran kami tertuju pada korban muda, keluarganya, dan teman-temannya. Kami sangat terpukul dengan semua drama malam ini. Disarankan untuk segera mengungkap fakta-fakta ini guna menghukum pelaku dengan berat," tuturnya, melansir BBC.

Bentrokan dan Penjarahan di Paris

Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi, bahwa dua petugas polisi terluka akibat lemparan benda di Place des Ternes dan beberapa toko di area tersebut mengalami penjarahan. Sekitar 30 orang ditangkap di dekat toko Foot Locker di Champs-Elysées yang dirampok.

Bentrokan antara polisi dan suporter juga terjadi di sekitar Champs-Élysées dan stadion Parc des Princes. Sekitar 5.400 polisi dikerahkan di seluruh Paris untuk mengantisipasi perayaan yang riuh.

Polisi menangkap setidaknya 300 orang yang diduga membawa kembang api dan menyebabkan kerusuhan. Mereka menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang mencapai Arc de Triomphe.

Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengecam keras kerusuhan tersebut. "Para pendukung PSG sejati menikmati pertandingan luar biasa tim mereka. Sementara itu, orang-orang barbar turun ke jalan-jalan di Paris untuk melakukan kejahatan dan memprovokasi polisi. Sungguh tidak tertahankan bahwa tidak mungkin berpesta tanpa takut pada kebiadaban sekelompok kecil preman yang tidak menghormati apa pun," kecamnya.

Di luar Paris, di Grenoble, sebuah mobil menabrak sekelompok penggemar PSG, melukai empat orang dari satu keluarga, dua di antaranya dalam kondisi serius. Pengemudi menyerahkan diri dan ditahan, dengan dugaan tidak sengaja melakukan tabrakan.

Meski demikian, sebagian besar penggemar merayakan kemenangan PSG dengan damai, bernyanyi, menari, dan membunyikan klakson mobil. Menara Eiffel pun disinari warna biru dan merah sebagai simbol kemenangan PSG.

Respons Presiden Macron dan Penanganan Polisi

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai pendukung rival PSG, Olympique de Marseille, mengunggah di X ucapan selamat kepada sang juara. "Hari yang gemilang untuk PSG! Bravo, kita semua bangga. Paris, ibu kota Eropa malam ini," tulisnya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu