x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kebakaran Hutan Meluas di Kanada, 26 Ribu Warga Mengungsi

WARTALENTERA-Kebakaran hutan terus meluas di Kanada sejak 29 Mei lalu, belum juga padam, sehingga menyebabkan lebih dari 26.000 warga di wilayah barat dan tengah Kanada, termasuk Manitoba, Saskatchewan, dan Alberta, terpaksa mengungsi. Kebakaran hutan terus meluas dan belum terkendali.

Data terbaru dari Canadian Interagency Forest Fire Centre (CIFFC) mencatat 187 titik api, dengan 97 di antaranya sulit dikendalikan. Evakuasi massal berlangsung cepat, dengan lebih dari 17.000 orang meninggalkan Manitoba, 8.000 dari Saskatchewan, dan sekitar 1.300 warga dari Alberta.

Pemerintah federal langsung mengerahkan Angkatan Bersenjata Kanada untuk membantu evakuasi udara di kawasan terdampak, termasuk di komunitas Mathias Colomb Cree Nation. Melansir Anadolu, Senin (2/6/2025), Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan, bahwa skala evakuasi ini sangat kompleks dan tidak bisa dianggap remeh.

Pemerintah juga membuka pusat-pusat evakuasi di beberapa kota, salah satunya Winkler di Manitoba, serta mengaktifkan Kelompok Tanggap Insiden Nasional. Asap dari kebakaran hutan bahkan menyebar hingga ke Amerika Serikat bagian tengah dan kawasan Danau Besar, menyebabkan peringatan kualitas udara di sejumlah negara bagian seperti Upper Midwest dan Great Lakes.

Bantuan internasional mulai berdatangan, termasuk pengiriman pesawat pemadam dan 150 petugas dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) untuk membantu pemadaman di Alberta. Pemerintah Kanada juga berkomitmen mencocokkan donasi publik untuk Palang Merah guna mendukung penanganan bencana dan keselamatan warga terdampak.

Perusahaan Minyak Mulai Was-Was

Selain memaksa warga sipil mengungsi, kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah barat Kanada mulai berdampak pada proyek-proyek minyak di utara Alberta, termasuk pengurangan produksi di kawasan tersebut. Salah satu titik api di dekat Cold Lake, Alberta, kini mengancam fasilitas operasi minyak pasir (oilsands) dan telah membuat sejumlah perusahaan menghentikan kegiatan serta mengevakuasi karyawan mereka.

Melansir Bloomberg, Senin (2/6/2025), kebakaran tak terkendali di Alberta, Saskatchewan, dan Manitoba juga membahayakan sejumlah kota dan lokasi penambangan, sementara tim pemadam berupaya keras mengendalikan api. Perusahaan energi terbesar di Kanada, Canadian Natural Resources Ltd, mengumumkan pada Sabtu (31/5/2025) bahwa mereka telah mengevakuasi para pekerja dari proyek Jackfish 1 dan menghentikan produksi bitumen sebesar 36.500 barel per hari.

"Seluruh pekerja dalam kondisi aman dan telah terdata, tanpa adanya laporan cedera," ujar perusahaan yang berbasis di Calgary dalam pernyataannya. Sementara itu, MEG Energy Corp menyampaikan, bahwa mereka telah melakukan evakuasi seluruh personel non-esensial dari proyek Christina Lake sebagai langkah antisipatif.

Perusahaan juga melaporkan adanya gangguan pada jaringan listrik akibat kebakaran yang merusak jalur distribusi milik pihak ketiga. Meskipun produksi minyak dari proyek tersebut masih berjalan, MEG menyatakan bahwa aktivasi tambahan produksi sebesar 70.000 barel per hari tertunda karena kehilangan daya listrik.

"Kami bekerja sama secara erat dengan otoritas dan berkoordinasi dengan rekan-rekan industri kami untuk saling mendukung dan mengupayakan kelanjutan operasi secara normal," kata Presiden dan CEO MEG, Darlene Gates, dalam keterangan tertulis. Sebelumnya, Cenovus Energy Inc juga telah menginformasikan kepada pelanggan bahwa kemungkinan besar mereka tidak dapat memenuhi sebagian pengiriman minyak dari salah satu fasilitasnya, serta telah mengevakuasi staf dari lokasi lain di wilayah Cold Lake. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu