x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Polda Kepri Selidiki Asal 11 Ton Solar Ilegal

WARTALENTERA – Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) tengah menyelidiki asal usul 11 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diangkut secara ilegal oleh Kapal Motor (KM) Rizki Laut IV. Hal tersebut menyusul penetapan nakhoda kapal sebagai tersangka utama.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul Aini, di Batam, menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada pemilik kapal dan pemilik BBM, namun hingga kini keduanya belum memenuhi panggilan. “Kami telah melayangkan surat panggilan kepada pemilik kapal dan pemilik BBM. Namun, hingga kini belum memenuhi panggilan,” kata Zamrul, Senin (9/6/2025).

Berdasarkan keterangan dari MF, nakhoda kapal, disebutkan bahwa kapal dan BBM merupakan milik seseorang berinisial AS, sedangkan MF menjalankan pengangkutan atas perintah SN. Saat ini, baru MF yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

MF dijerat dengan Pasal 323 ayat (1) juncto Pasal 219 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, karena berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar. “Tanpa SPB, kapal tidak boleh berlayar. Kapal tidak punya izin, BBM-nya juga tidak punya izin,” ujarnya.

Meski BBM yang dibawa tergolong non subsidi, pengangkutan tetap melanggar aturan karena tanpa izin usaha niaga. MF juga dikenakan Pasal 40 angka 8 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah Pasal 53 Undang-Undang Migas. “Meskipun BBM yang diangkut non subsidi, tetap tidak boleh diangkut tanpa izin usaha hilir migas. Dulu sanksinya pidana, sekarang diturunkan jadi sanksi administrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, celah ini sering dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengedarkan BBM secara ilegal. Untuk memperkuat penanganan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan BPH Migas dan Ditjen ESDM, sebagai lembaga pengawas resmi izin usaha niaga BBM.

Dari hasil pemeriksaan, MF mengaku telah sebulan melakukan pengiriman BBM tanpa izin menggunakan kapal tersebut. Solar tersebut diambil dari titik di laut yang saat ini masih didalami untuk ditelusuri sumber pastinya. “BBM tersebut diambil dari laut, masih didalami sumbernya,” tambah Zamrul.

AKBP Zamrul juga menekankan pentingnya kewaspadaan semua pihak terhadap aktivitas ilegal di wilayah perairan Kepri, yang kerap menjadi jalur distribusi berbagai barang terlarang. “Ancaman Kepri ini terbesar itu adalah di perairan, seperti narkoba belum tindak pidana yang lain. Di laut semua harus peduli, tidak boleh melihat instansi satu saja, harus sinergi semua instansi segala tindak pidana yang terjadi di laut semua harus peduli,” tutupnya. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu