x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

ESDM dan KKP Bakal Evaluasi Tambang Nikel di Pulau Gag Pekan Depan

WARTALENTERA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggelar rapat koordinasi pekan depan guna mengevaluasi kegiatan pertambangan di pulau kecil. Khususnya terkait operasional PT GAG Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

“Kami akan lakukan evaluasi bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, hari Selasa besok kami mengadakan rapat koordinasi,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Menurut Yuliot, perusahaan tambang nikel tersebut memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi karena beroperasi di kawasan yang dikategorikan sebagai pulau kecil. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 mengenai pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pulau kecil didefinisikan sebagai pulau dengan luas maksimal 2.000 km².

Adapun Pulau Gag memiliki luas sekitar 6 ribu hektare atau 60 km², yang berarti masuk dalam kategori tersebut. “Jadi, ya, kami melihat pengaturan itu apakah terpenuhi atau tidak. Itu kami akan lakukan evaluasi bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelas Yuliot.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana sebelumnya menyampaikan bahwa operasional PT GAG Nikel saat ini masih dihentikan sementara, meskipun kontrak karya perusahaan tersebut tidak dicabut. “Pemberhentian operasional akan berlanjut hingga investigasi lingkungan selesai dilakukan,” kata Dadan. Evaluasi ini dilakukan menyusul kekhawatiran akan dampak lingkungan dari aktivitas tambang di wilayah pesisir sensitif tersebut.

PT GAG Nikel diketahui telah melakukan eksplorasi awal di Pulau Gag sejak 1972. Kemudian, penandatanganan Kontrak Karya dilakukan pada 1998, dan dilanjutkan ke tahap eksplorasi hingga 2002. Tahap perpanjangan eksplorasi dilakukan pada 2006–2008, studi kelayakan dilaksanakan pada 2008–2013, dan konstruksi berlangsung antara 2015–2017. Produksi pertama PT GAG Nikel dimulai pada November 2017, dan perusahaan telah mengantongi izin produksi hingga November 2047. (kom)

Berita Terbaru
Minggu, 02 Agu 2026 13:19 WIB

Tinjau Longsor di Nias, Perlu Penanganan Teknis Geologi Khusus

Penanganan longsor Nias perlu penanganan teknik geologi termasuk drainase dan pergerakan air bawah tanah.
Sabtu, 01 Agu 2026 15:22 WIB

Pasar Wiwitan Hadirkan Ruang Temu Bagi Masyarakat Jakarta

The Local Market Pasar Wiwitan hadir di SCBD Jakarta selama 2 hari.
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,