x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Sebelumnya Dikuasai Oknum Pengusaha, Timpidsus Kejari Banyuasin Ambil Alih 6.633 Hektare Hutan Suaka Margasatwa

WARTALENTERA-Timpidsus (Tim Pidana Khusus) Kejari (Kejaksaan Negeri) Banyuasin, Sumatera Selatan ambil alih lahan seluas 6.633 hektare kawasan suaka margasatwa, yang sebelumnya dikuasai sejumlah oknum pengusaha maupun masyarakat tak bertanggung jawab. Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani mengatakan, setelah melalui koordinasi bersama Tim Pidsus Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang tergabung di dalam satgas penertiban kawasan hutan, pihaknya menyelamatkan 6.633 hektare lahan suaka margasatwa dari penguasaan oknum pengusaha maupun masyarakat nakal.

"Lahan ribuan hektare itu saat ini telah dipasang spanduk pengumuman dalam pengawasan pemerintah satgas penertiban kawasan hutan," katanya, kepada wartawan di Palembang, Sumsel, Sabtu (14/6/2025). Spanduk itu bertuliskan "Lahan Suaka Margasatwa Bentayan seluas 6.633,44 hektare ini dalam penguasaan Pemerintah Republik Indonesia c.q. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH)".

Penertiban itu, kata Giovani, sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. "Ada larangan memperjualbelikan dan menguasai tanpa izin satgas penertiban kawasan hutan," jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa penyelamatan ini melalui proses hukum yang ketat untuk melindungi kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi ini dari ancaman perambahan dan kerusakan lingkungan. Dengan penyelamatan lahan ini, ia berharap keberadaan suaka margasatwa dapat terus terjaga dan ekosistemnya tetap lestari.

Pihaknya berkomitmen untuk melindungi lingkungan dan sumber daya alam yang ada di wilayahnya. "Penyelamatan lahan suaka margasatwa ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Banyuasin," imbuhnya.

Lebih jauh, ia berharap, penyelamatan lahan ini juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar dan lingkungan hidup. Serta menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di kawasan tersebut. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu