x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kemlu-KBRI Teheran Susun Rencana Evakuasi WNI, Antisipasi Meningkatnya Eskalasi Perang Israel vs Iran

Editor :

WARTALENTERA-Kemlu (Kementerian Luar Negeri)-KBRI Teheran tengah susun rencana evakuasi WNI (Warga Negara Indonesia), sembari memantau eskalasi yang terus meningkat antara Israel vs Iran, beberapa hari ini. Pihaknya masih terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada di Iran.

Juru Bicara Kemlu, Roy Sumirat menyebut, serangan Israel terhadap Iran merupakan bentuk pelanggaran hukum dan melemahkan dasar-dasar hukum internasional. Kemenlu memastikan akan terus memantau kondisi WNI di Iran.

Roy mengatakan, pihaknya belum melakukan upaya evakuasi WNI, namun Kemenlu dan KBRI Teheran telah menyusun rencana kontigensi perlindungan WNI di Iran, dan telah menetapkan siaga dua sejak Juli 2024. Jika kondisi semakin buruk, pihaknya siap melakukan evakuasi.

"Sebelumnya, Kemlu dan KBRI Teheran juga telah menyusun rencana kontigensi perlindungan warga negara Indonesia di Iran, dan sebetulnya telah menetapkan status siaga dua sejak Juli 2024. Sehingga ada hal-hal kontigensi plan yang kita miliki apabila memang dibutuhkan." kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Roy Sumirat, dikutip Senin (16/6/2025).

Berdasarkan catatan KBRI Tehran, terdapat 383 WNI yang menetap di Iran. Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan kepada para WNI untuk melapor jika mengalami situasi darurat di hotline +98 9024 668 889.

"Paling tidak saat ini tercatat sekitar 383 warga negera Indonesia (WNI) yang menetap di Iran dan tercatat di KBRI." ucap Roy. Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrat (PD) Rizki Natakusumah mendesak Kemlu untuk berkomunikasi intens memastikan keselamatan WNI seusai serangan Israel di Iran.

Menurut Rizki, perlu rencana alternatif mengenai perlindungan WNI di sana. "Kami meminta agar Kemlu dan KBRI Teheran untuk melakukan komunikasi intens terkait alternatif rencana yang kiranya diperlukan untuk selamatkan WNI di Iran," kata Rizki kepada wartawan, dikutip Senin (16/6/2025).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar KBRI Teheran memetakan komunitas Indonesia di sana agar tidak ada kesalahan data dan informasi mengenai keberadaan WNI di sana. "Organisasi mahasiswa, seperti Persatuan Pelajar Indonesia atau komunitas sosial Indonesia lainnya, bisa dimanfaatkan untuk membangun jaringan komunikasi yang lancar. KBRI juga harus mencermati WNI yang berada di daerah-daerah sekitar Teheran dan area rawan lainnya," pintanya.

Lebih lanjut, Rizki meminta perwakilan-perwakilan pemerintah RI di negara sekitar agar meningkatkan kewaspadaan. Termasuk jika dibutuhkan pengerahan tenaga bantuan ketika eskalasi konflik meningkat.

"Kami kira pemerintah Indonesia dan perwakilan-perwakilannya di negara-negara sekitar Iran yang rawan diserang Israel perlu meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga harus siap jika kiranya diperlukan untuk pengerahan bantuan ketika KBRI Teheran memerlukan tenaga tambahan atau dukungan dalam bentuk lainnya," sarannya.

Israel diketahui telah melancarkan serangan ke pusat Teheran akhir pekan lalu. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan serangan balasan kepada Israel setelah sejumlah fasilitas nuklir dan militernya diserang.

Melansir Aljazeera, kantor berita resmi Iran atau IRNA telah menerbitkan pernyataan dari Khamenei. Israel diperingatkan akan menerima hukuman berat.

"Rezim Zionis, pada dini hari ini (Sabtu lalu, Red) membuka tangannya yang kotor dan berdarah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta dan memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menyerang pusat-pusat permukiman," kata Khamenei. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.