x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kecelakaan di Tangerang, KAI Commuter Tempuh Jalur Hukum terhadap Sopir Truk

WARTALENTERA – Manajemen PT KAI Commuter Line menegaskan akan menempuh jalur hukum terkait kecelakaan antara Commuter Line Tangerang Nomor 1907 relasi Tangerang-Duri dan sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 27 di KM 18+000, antara Stasiun Tangerang dan Stasiun Batuceper, pada Jumat (05.11 WIB).

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk memproses kejadian tersebut sesuai hukum yang berlaku. “KAI Commuter akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melanjutkan proses hukum atas kejadian ini,” ujar Leza di Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Leza menegaskan, sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pengguna jalan raya wajib mendahulukan kereta api yang melintas. Selain itu, dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114, pengemudi wajib berhenti saat sinyal berbunyi dan palang pintu KA mulai ditutup, serta wajib memberikan prioritas kepada kereta. “Berhenti, melihat, dan mendengar. Jika sudah aman, barulah melewati perlintasan tersebut,” tegas Leza.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada sarana Commuter Line dan luka pada masinis, yang langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pengobatan. "Saat ini, masinis Commuter Line Tangerang Nomor 1907 sudah dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan," ujarnya.

Akibat kejadian itu, Commuter Line Nomor 1907 tidak dapat melanjutkan perjalanan dan kembali ke Stasiun Tangerang untuk melakukan evakuasi pengguna, yang kemudian dipindahkan ke perjalanan selanjutnya. Petugas juga melakukan pemeriksaan kerusakan, evakuasi kendaraan yang terlibat, serta perbaikan prasarana jalur rel. "Pada pukul 07.16 WIB, jalur rel sudah kembali dapat dilalui perjalanan Commuter Line," jelas Leza.

Leza juga mengimbau agar pengguna jalan mematuhi aturan saat melewati perlintasan sebidang guna mencegah kecelakaan kereta. “Berhenti saat sinyal sudah berbunyi atau saat palang perlintasan mulai bergerak. Berikan hak utama kepada kereta yang akan melintas,” pesannya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Lasono, menjelaskan kronologi kejadian. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.10 WIB di pintu perlintasan Kereta Commuter Line Pasar Induk Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang.

“Itu Commuter Line dari Tangerang menuju ke Jakarta, terus menabrak truk yang dikemudikan oleh sopir berinisial S. Setelah itu, truk mental lalu menimpa motor, dengan korban inisial MY dan motor lainnya dengan korban I,” ujar AKP Prapto. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu