x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Evaluasi Pelaksanaan Haji 2025, Puan Usul Bentuk Pansus

Editor :

WARTALENTERA-Evaluasi pelaksanaan haji 2025, Puan Maharani usul pembentikan Pansus (Panitia Khusus). Ketua DPR RI menyebut, pembentukan Pansus tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sejumlah temuan pada pelaksanaan Ibadah Haji 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.

"Jika memang diperlukan untuk perbaikan ke depan, DPR sesuai mekanismenya akan membentuk Pansus Haji," kata Puan, dikutip Rabu (25/6/2025). Dia juga menanggapi nota diplomatik dari Dubes Arab Saudi di Jakarta yang berisi catatan penyelenggaraan haji 2025.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, bakal menunggu laporan mengenai pelaksanaan Ibadah Haji 2025 dari Komisi VIII DPR. "Memang dalam pelaksanaan haji kali ini, banyak hal yang harus dievaluasi," akunya.

Banyak hal harus kita selesaikan lebih baik, sehingga pelaksanaan haji di tahun depan itu tidak akan terulang lagi," imbuhnya. Puan kembali mengakui, terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan Ibadah Haji 2025.

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengatakan, bahwa permasalahan yang terjadi di dalam penyelenggaraan haji di tahun ini bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag).

Maman menjelaskan, bahwa persoalan yang terjadi di tanah suci yang menimpa jemaah haji Indonesia mulai dari keterlambatan visa, keterlambatan pesawat, hingga penempatan jemaah haji juga didasari oleh sistem baru yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

"Itu lebih dari karena ada sebuah sistem baru, yang didesakkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan kebijakannya MBS (Mohammad bin Salman) dan kita belum siap untuk itu," ujarnya, Senin (23/6/2025) lalu. Ia menyebut, kelemahan pemerintah Indonesia terkait persoalan haji di tahun ini hanya soal komunikasi dan koordinasi dalam melakukan lobi-lobi kepada pemerintah Arab Saudi.

"Jadi menurut saya, ini pelajaran yang sangat terbaik, bahwa bagaimanapun kita harus mampu mengimbangi, pelaksanaan haji yang diinginkan oleh Arab Saudi. Termasuk mempersiapkan lebih kuat pelaksanaan haji ke depannya," harapnya.

Salah satu catatan penting pemerintah Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia yakni terkait Istitha'ah, yang artinya mengenai kemampuan seseorang untuk menjalankan ibadah haji. Bukan tanpa alasan, lanjutnya, hal ini bisa terjadi karena banyaknya jemaah haji yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.

"Kita minta langsung Badan Haji untuk Istitha'ah dalam kesehatan ini menjadi bagian penting, lalu petugas-petugas juga akan dilatih selama 3 bulan, Badan Haji akan men-training itu tidak ujuk-ujuk jadi petugas," tuntasnya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.