x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Hari Pelaut Sedunia 2025, Tekan Kekerasan dan Diskriminasi Pekerja Pelaut di Indonesia

WARTALENTERA - Di Hari Pelaut Sedunia 2025, Pemerintah telah menerapkan prinsip “zero tolerance” terhadap kekerasan dan diskriminasi serta terintegrasikan dalam kebijakan manajemen kapal dan kurikulum pelatihan pelaut di Indonesia.

"Kami telah mengambil langkah konkret dengan mengembangkan pedoman pencegahan pelecehan dan perundungan di kapal berdasarkan rekomendasi IMO dan ILO atau International Labour Organization," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Disebutkan, IMO dan ILO juga menyerukan International Maritime Organization (IMO) adalah “My Harassment-Free Ship”, sebagai seruan untuk menciptakan lingkungan kerja maritim yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk pelecehan.

Lebih jauh dijelaskan Dirjen Masyhud, komitmen melindungi pelaut dan pekerja maritim tersebut tidak hanya untuk kenyamanan bekerja mereka di atas kapal tetapi juga untuk kesejahteraan keluarga mereka yang membutuhkan. Itu terlihat dari rangkaian acara Hari Pelaut Sedunia 2025 yang memberikan santunan kepada ahli waris pelaut yang meninggal saat bertugas sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai pelaut Indonesia.

"Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam bidang perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak para pelaut," tambah Dirjen Masyhud.

Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2025 juga ditandai dengan semua kapal di wilayah Indonesia membunyikan suling kapal secara serentak pada pukul 10.00 WIB, 11.00 WITA, dan 12.00 WIT sebagai bentuk penghormatan terhadap para pelaut.

Dirjen Masyhud juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pelaut Indonesia yang menjadi tulang punggung konektivitas nasional dan global.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada para pelaut untuk menjaga konektivitas antar pulau dan perdagangan internasional. Peringatan ini juga menjadi refleksi bagi kita tentang bagaimana untuk dapat terus meningkatkan kesejahteraan, keselamatan, dan profesionalisme pelaut Indonesia," tegas Dirjen Masyhud.

Peringatan tahun ini juga menjadi momen penting dengan diluncurkannya transformasi Klinik Utama Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) menjadi Klinik Utama Sentra Maritim Medika (SMM). Klinik ini tidak hanya diperuntukkan bagi pelaut, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum sebagai pusat layanan kesehatan kerja maritim yang inklusif.

“Transformasi ini adalah tonggak penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan kerja. Klinik SMM hadir dengan branding modern, digitalisasi layanan, dan standar profesional untuk mendukung keselamatan dan produktivitas pelaut,” tambah Dirjen Masyhud.

Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyatakan bahwa Hari Pelaut Sedunia bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pelaut melalui kebijakan dan fasilitas nyata seperti peluncuran Klinik SMM.

“Tema ‘My Harassment-Free Ship’ juga selaras dengan amanat Maritime Labour Convention 2006, yang menegaskan hak pelaut untuk bekerja dalam lingkungan yang aman, sehat, dan manusiawi,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan berharap peringatan Hari Pelaut Sedunia 2025 menjadi tonggak awal kolaborasi lebih luas dalam membangun industri maritim Indonesia yang profesional, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu