x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Dongkrak Pasar Otomotif, Gaikindo Gelar GJAW 2024

Editor :

WARTALENTERA - Dalam upaya mendorong pemulihan pasar otomotif yang tengah mengalami kelesuan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) kembali menggelar Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 pada 22 November hingga 1 Desember di ICE BSD City, Tangerang.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menuturkan GJAW 2024 bukan sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga memberikan berbagai penawaran dan program khusus bagi pengunjung yang ingin memiliki kendaraan baru.

"Jadi yang akan menjadi keunggulan [GJAW 2024] pada pameran ini adalah program dan penawarannya," ujar Yohannes dalam keterangannya dikutip Rabu (20/11/2024).

Mengusung tema “Home of 1.000 Cars and Excitement”, GJAW 2024 menghadirkan lebih dari 80 merek otomotif terkemuka dari segmen kendaraan penumpang seperti Toyota, Honda, BMW, Mercedes-Benz, dan Wuling, hingga segmen kendaraan roda dua, seperti Yamaha, Vespa, dan Harley-Davidson. Selain itu, lebih dari 40 merek industri pendukung juga disebut ikut meramaikan pameran ini.

Tahun ini, GJAW juga menambah pengalaman interaktif bagi pengunjung dengan program khusus seperti Motorsport Program yang mencakup simulasi balap dan mini-GP, serta Community Program yang mempertemukan berbagai komunitas otomotif dalam Parade Seribu Mobil dan kontes modifikasi.

"Pengalaman dan kemudahan bagi pengunjung akan menjadi prioritas. Bukan lagi pengalaman melihat teknologi terkini dari industri kendaraan bermotor Indonesia, namun kemudahan mencoba langsung dan kemudahan memiliki kendaraan," ujar Rizwan Alamsjah selaku Ketua Penyelenggara GJAW 2024.

Menariknya, Gaikindo menyelenggarakan GJAW 2024 ditengah tantangan pasar otomotif Indonesia yang mengalami kelesuan. Pasalnya, penjualan ritel mobil nasional turun 11,9 persen dari Januari hingga September 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Data penjualan pada September 2024 juga menunjukkan penurunan sebesar 10,6 persen secara tahunan.

Adapun di tingkat wholesales, sepanjang Januari-September 2024 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023. Data Gaikindo menunjukkan kinerja penjualan mobil di tingkat wholesales berdasarkan brand, sepanjang Januari hingga September tahun ini, hanya 633.218 unit atau turun 16,2 persen dari 755.778 unit dari rentang yang sama tahun sebelumnya.

Khusus pada September 2024, penjualan di tingkat wholesales mencapai 72.667 unit turun 9,1 persen secara year on year (yoy). Lalu, penjualan pada September 2024 tersebut juga turun 2,7 persen dari bulan sebelumnya atau secara month to month (mtm) yang sebanyak 76.304 unit.

Pemicu lesunya pasar otomotif di Indonesia

Menurut CEO MarkPlus Inc, Iwan Setiawan, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari berbagai factor, setidaknya ada empat hal yang memicu lesunya pasar otomotif di Indonesia. Ada 56 persen konsumen yang memberi penilaian harga mobil baru ketinggian.

Lalu, 50 persen lainnya merasa pajak di Indonesia terlalu tinggi. Sedangkan 37 persen selanjutnya mengeluhkan soal suku bunga leasing yang menurut mereka memberatkan, serta 26 persen responden mengakui lebih prefer membeli mobil bekas yang kualitasnya kini masih terasa seperti mobil baru.

Selain itu, ada pula ungkapan dari Yannes Martinus Pasaribu, seorang Pengamat Otomotif. Ia mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi lesunya pasar otomotif di Indonesia.

Misalnya, ada kenaikan suku bunga dan inflasi yang akhirnya membuat cicilan mobil jadi lebih mahal. Kedua faktor itu juga, menurutnya, merupakan penyebab mengapa daya beli masyarakat menurun.

Selain itu ada pula kondisi ekonomi global yang masih tak menentu dan akhirnya menjadikan masyarakat kelas menengah menjadi turun daya belinya.

Data penjualan mobil di Indonesia yang tidak tumbuh signifikan jelas menimbulkan tanya. Guna menjawab apa penyebabnya, paparan dari LPEM FEB UI menyebut bahwa salah satu faktornya yakni pendapatan perkapita orang-orang Indonesia. Memang, ada kenaikan sebanyak 3,65 persen, tapi masih tergolong tipis.

Dengan kenaikan tipis selama 2015-2022 ini, maka bukan hal mengejutkan jika penjualan mobil yang ada di Indonesia masih stagnan dan cenderung lesu. (inx)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.