x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Menkopolhukam Imbau Publik Tak Terkecoh Soal Penahanan WNI di Myanmar

Editor :

WARTALENTERA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Budi Gunawan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan kasus penahanan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial AP oleh otoritas Myanmar.

"Banyak orang-orang kita yang direkrut di sana itu pelakunya. Memang jangan terkecoh," ujar Budi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Menurut Budi, pemerintah akan mendalami terlebih dahulu duduk persoalan dari penahanan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dari sejumlah WNI yang sebelumnya berhasil dipulangkan dari Myanmar, beberapa di antaranya ternyata terlibat dalam kejahatan scamming daring. "Kemarin yang kita pulangkan itu banyak pelaku juga. Jangan tertipu, kita dalami dulu," katanya.

AP Divonis 7 Tahun Penjara di Myanmar

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa WNI berinisial AP telah divonis tujuh tahun penjara oleh pengadilan Myanmar. Ia ditangkap pada 20 Desember 2024 atas dugaan keterlibatan dalam gerakan oposisi bersenjata di negara tersebut. "Setelah melalui proses pengadilan, AP divonis tujuh tahun penjara,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI Judha Nugraha dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

AP didakwa melanggar Undang-Undang Anti-Terorisme, Undang-Undang Keimigrasian, serta Undang-Undang Perkumpulan yang Melanggar Hukum (Unlawful Associations Act) oleh pemerintah Myanmar.

Pendekatan Hati-hati Pemerintah RI

Kasus ini menunjukkan kompleksitas perlindungan terhadap WNI di luar negeri, khususnya di kawasan konflik seperti Myanmar. Pemerintah RI memilih untuk berhati-hati dalam menanggapi, mengingat adanya indikasi bahwa sebagian WNI terlibat aktif dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan daring yang kerap menjadikan mereka sebagai pelaku alih-alih korban. Sebagai mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi sepihak tanpa bukti kuat. (kom)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.