x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Mentan Targetkan Aturan KUR Petani Tebu Terbit Juli 2025

WARTALENTERA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan regulasi mengenai kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani tebu sebesar Rp500 juta akan diterbitkan pada Juli 2025.

“Pemerintah targetkan regulasi terkait KUR untuk petani tebu segera terbit pada bulan Juli 2025,” ujar Andi Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (7/7/2025).

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mendukung swasembada gula nasional dan memperluas akses pembiayaan bagi petani tebu. Hal ini penting mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor gula.

Produksi Gula Nasional Masih Defisit 5,6 Juta Ton

Menurut Amran, saat ini luas panen tebu di Indonesia mencapai 520 ribu hektare, dengan produktivitas sekitar 63,78 ton per hektare dan rendemen sebesar 7,42 persen. Total produksi gula kristal putih (GKP) diperkirakan hanya mencapai 2,46 juta ton per tahun.

Sementara itu, total kebutuhan gula nasional, baik untuk konsumsi maupun industri, mencapai 8,1 juta ton—terdiri dari 3,4 juta ton untuk konsumsi dan 4,7 juta ton untuk industri. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sebesar 5,6 juta ton yang harus dipenuhi dari impor.

Skema Baru KUR Tebu: Lebih Fleksibel dan Tanpa Agunan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, skema baru KUR Tebu telah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 3 Juli 2025. “Melalui skema KUR tebu ini diharapkan produksi tebu meningkat secara signifikan, sehingga upaya untuk mewujudkan swasembada gula bisa terwujud,” jelas Mentan.

Sebelumnya, Amran mengungkapkan bahwa plafon kredit KUR sebelumnya bersifat akumulatif, sehingga setelah mencapai Rp500 juta, petani harus beralih ke kredit komersial. Kini, skema baru memungkinkan plafon Rp500 juta digunakan berulang kali, dengan bunga tetap 6 persen. ”Jadi kreditnya itu plafonnya Rp500 juta dan ini bunganya 6 persen. Dulu kan akumulasi Rp500 juta. Kalau dia sudah dapat Rp500 juta, berikutnya komersial. Sekarang kita buka,” tegasnya.

Pabrik Gula Jadi Penjamin Kredit

Dalam skema pembiayaan baru ini, pabrik gula akan dilibatkan sebagai avalis atau penjamin kredit. Hal ini berarti petani tidak perlu menyediakan agunan, karena pabrik bertanggung jawab terhadap pinjaman. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akses pembiayaan petani tebu, memperkuat rantai pasok industri gula, dan memperkecil ketergantungan terhadap impor. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu