x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Polda Metro Jaya Beberkan Alasan Tilang Manual Masih Diberlakukan

WARTELENTERAPolda Metro Jaya menegaskan bahwa penggunaan tilang manual dalam Operasi Patuh Jaya 2025 masih diperlukan, lantaran belum semua wilayah terjangkau oleh sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera tilang elektronik.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (15/7/2025). “Salah satu target operasi itu adalah melawan arus, nah untuk ruas-ruas jalan yang tidak ter-cover oleh ETLE baik itu stasioner maupun mobile, itu harus dilakukan penindakan tilang konvensional ataupun tilang manual,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tilang manual tetap diperlukan dalam mendukung konsep penegakan hukum dengan sistem “hunting system”, bukan lagi model stasioner. “Jadi, anggota menyasar pada titik-titik yang memang sering terjadi pelanggaran-pelanggaran seperti misalnya pelanggaran anak-anak di bawah umur mengendarai kendaraan, karena kan enggak mungkin anak-anak di bawah umur mengendarai di jalan protokol,” jelas Komarudin.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan tilang manual, ia menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi. “Dalam latihan pra operasi sudah disampaikan dan selalu ditekankan tentang tidak boleh ada penyimpangan. Masyarakat silakan laporkan ke saya langsung manakala ada tindakan yang tidak profesional baik saat operasi maupun tidak,” tegasnya.

Polda Metro Jaya, tambahnya, akan memproses tegas setiap petugas yang melanggar aturan dan mencederai semangat profesionalitas dalam bertugas. Adapun Operasi Patuh Jaya 2025 berlangsung selama 14 hari, dimulai pada 14 Juli hingga 27 Juli 2025, dengan melibatkan 2.938 personel gabungan dari berbagai instansi.

Operasi ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan misi membangun Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera, karena ketertiban lalu lintas mencerminkan tingkat kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu