x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pengungsi Lewotobi Curhat Biaya Pendidikan Anak, Begini Respons Wagub NTT

WARTALENTERA-Pengungsi Lewotobi curhat biaya pendidikan anak, begini respons Wagub NTT. Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menerima sejumlah keluhan dari korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

Salah satunya, terkait masalah biaya pendidikan anak-anak karena mereka diterpa bencana alam dan masih di kamp pengungsian. Para korban kesulitan biaya pendidikan bagi anak-anak terutama mereka yang akan melanjutkan kuliah, termasuk mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan tinggi.

Ia pun menyampaikan bahwa pemerintah memahami kondisi sulit yang sedang dihadapi. Untuk persoalan pendidikan, ia meminta agar dilakukan pendataan terkait jumlah anak-anak yang akan menempuh pendidikan tinggi, sehingga pemerintah bisa memetakan bentuk dukungan yang mungkin diberikan.

Wagub Johni menjelaskan, bahwa saat ini peningkatan kualitas pendidikan ada hal utama yang terus diupayakan pemerintah. "Pemerintah akan tetap mengupayakan agar pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan tetap dilaksanakan, tanpa ada batasan meskipun di tengah kondisi bencana yang dihadapi," katanya saat berdialog dengan para korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu (16/7/2025).

Akses pendidikan bagi anak-anak harus terus diupayakan dengan baik. "Saya juga memberikan apresiasi, di tengah kondisi sulit seperti ini, bapak dan mama tetap memikirkan pendidikan anak-anak," pujinya.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni melakukan peninjauan kondisi masyarakat yang berada di lokasi Posko Pengungsian Bokang Wolomatang, dan Posko Pengungsian Konga di Kabupaten Flores Timur. Permasalahan lain yang disampaikan para korban juga soal kewajiban keuangan kepada bank dan koperasi.

Sejumlah pengungsi memiliki pinjaman yang kini sulit mereka lunasi akibat kehilangan mata pencaharian. Mereka meminta agar pemerintah dapat memfasilitasi dialog dengan pihak perbankan untuk mencari solusi atau bentuk keringanan lainnya.

Terkait permasalahan utang warga kepada bank dan koperasi, Wagub menjelaskan bahwa bank memiliki aturan dan regulasi tersendiri yang tidak bisa diintervensi secara langsung oleh pemerintah. Namun demikian, ia menyebut bahwa ada sistem yang memungkinkan keringanan atau penjadwalan ulang kewajiban, dan hal ini dapat difasilitasi lebih lanjut.

"Kunjungan kerja ini sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu, namun karena terkendala kondisi alam, serta beberapa agenda lainnya baru dapat terlaksana hari ini. Saya ingin melihat keadaan dan kondisi masyarakat, serta mendengarkan secara langsung isi hati warga-warga di posko-posko pengungsian," akunya.

Yang terakhir, terkait pemulihan ekonomi, adanya penyediaan lapangan kerja untuk menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat. Para korban erupsi mengungkapkan sebagian besar hasil kebun rusak akibat bencana, sehingga mereka kehilangan sumber penghasilan utama.

Sementara itu, dalam upaya pemulihan ekonomi, Wagub menekankan pentingnya memanfaatkan program padat karya pemerintah yang sudah berjalan di Flores Timur. Menurutnya, program-program ini dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan penghasilan.

"Masukan, kritik, serta keluhan yang disampaikan telah saya tampung akan saya sampaikan dan tindaklanjuti ditingkat pemerintah provinsi. Bahkan bila perlu akan saya koordinasikan hingga ke pemerintah pusat," janjinya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu