x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kondisi Malnutrisi di Gaza Makin Parah, 33 Orang Meninggal 12 di antaranya Anak-Anak

WARTALENTERA-Kondisi malnutrisi di Gaza makin parah, sedikitnya 33 warga Palestina, termasuk 12 anak-anak, meninggal dunia akibat malnutrisi di Jalur Gaza dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Laporan tersebut diungkap Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok pejuang Palestina Hamas.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan kepada BBC, dikutip Rabu (23/7/2025), bahwa 11 orang dewasa dan empat anak dilaporkan meninggal dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini menambah daftar panjang korban jiwa yang meninggal akibat krisis kemanusiaan yang memburuk di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan dalam pidatonya di Dewan Keamanan bahwa "malnutrisi melonjak tajam" dan "kelaparan kini mengetuk setiap pintu" di Gaza. Ia menegaskan, bahwa 2,1 juta penduduk Gaza menghadapi kekurangan pasokan kebutuhan pokok secara besar-besaran, dan menekankan bahwa Israel memiliki kewajiban hukum internasional untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan dari PBB dan mitra-mitranya.

Namun, badan militer Israel yang bertanggung jawab mengoordinasikan pengiriman bantuan, COGAT, menuding Hamas melakukan "kampanye informasi palsu" terkait situasi kemanusiaan. Israel mengklaim pihaknya mematuhi hukum internasional dan telah memungkinkan masuknya bantuan, sambil mencegah agar bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas.

Karena Israel memblokir media internasional, termasuk BBC, jumlah kematian akibat kelaparan yang dilaporkan sulit diverifikasi secara independen. Namun, jurnalis lokal Palestina yang bekerja untuk BBC merekam gambar dari Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah, yang menunjukkan jenazah kurus seorang pria bernama Ahmed al-Hasanat.

Menurut dokter, pria itu meninggal karena malnutrisi pada Selasa. Pejabat kesehatan juga mengonfirmasi bahwa seorang bocah 13 tahun, Abdul Hamid al-Ghalban, meninggal di Kota Khan Younis, Gaza selatan.

Foto-foto dari kantor berita AFP dan Anadolu menunjukkan jasad anak laki-laki tersebut dibungkus kain kafan putih di Rumah Sakit Nasser, dan disiapkan untuk dimakamkan. Sementara itu, media Palestina mengunggah video jenazah bayi laki-laki berusia enam minggu, Yousef al-Safadi, yang disebut oleh pejabat kesehatan meninggal akibat kelaparan di Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza.

Organisasi medis kemanusiaan asal AS, MedGlobal, menyatakan dalam siaran pers bahwa tim gizi mereka di Gaza menyaksikan langsung lima anak yang mengalami malnutrisi parah meninggal dalam tiga hari terakhir. Anak-anak tersebut berusia antara tiga bulan hingga empat tahun.

"Ini adalah bencana yang disengaja dan dibuat oleh manusia,” ujar Direktur Eksekutif MedGlobal, Joseph Belliveau.

"Anak-anak itu meninggal karena tidak ada cukup makanan di Gaza dan tidak ada cukup obat-obatan, termasuk cairan infus dan formula terapeutik, untuk menyelamatkan mereka,” sambung dia. Menurut MedGlobal, sejak awal Juli, jumlah kasus malnutrisi akut, terutama pada anak-anak, hampir tiga kali lipat di fasilitas medis mereka—mengindikasikan krisis pangan yang meluas di Gaza. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu