x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Sekolah di Gorontalo Pulangkan Siswa Lebih Awal Antisipasi Isu Tsunami Dampak Gempa Rusia

Editor :

WARTALENTERA – Sejumlah sekolah di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mengambil langkah memulangkan siswa lebih awal pada Rabu (30/7), sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap isu potensi tsunami yang dipicu oleh gempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia. Hal ini menyusul peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi tsunami di wilayah Gorontalo, Papua, dan Maluku. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, Maharita Usman, menyampaikan bahwa pemulangan siswa dilakukan setelah kegiatan pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) selesai.

"Setelah selesai melakukan pembagian Makanan Bergizi Gratis, kami langsung memulangkan seluruh siswa. Ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dini menanggapi isu tsunami yang diumumkan pihak BMKG," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Gorontalo Utara merupakan wilayah pesisir dengan garis pantai terpanjang di provinsi tersebut, sehingga perlu langkah antisipatif. "Sebelum memulangkan siswa, kami berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan. Kemudian melakukan langkah progresif menindaklanjuti isu tersebut dengan memulangkan siswa lebih awal dari jam biasanya pukul 16.00 WITA. Ini bentuk ikhtiar yang dilakukan mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairat Kwandang Gorontalo Utara. "Kepanikan sempat terjadi, sebab rata-rata orang tua menghubungi kami menanyakan kondisi anak-anak, serta memastikan keamanan mereka menindaklanjuti isu tersebut," ujar Kepala Sekolah Yoland Daud.

Ia menyebutkan bahwa tindakan cepat diambil untuk menjamin keselamatan seluruh warga madrasah. "Anak-anak diminta langsung pulang rumah tanpa singgah lagi di mana dan langsung ditindaklanjuti oleh wali kelas untuk menginformasikan di grup masing-masing bahwa anak-anak sudah dikembalikan dari madrasah ke rumah masing-masing," katanya.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo BMKG, Andri Wijaya Bidang, meminta masyarakat tetap tenang. "Imbauannya agar masyarakat tetap tenang, tidak panik karena gempa itu," ucapnya.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tektonik di Rusia tersebut berpotensi menimbulkan tsunami kecil di wilayah Kota Gorontalo, dengan estimasi ketinggian gelombang di bawah 0,5 meter. "Wilayah permodelannya, wilayah Kota Gorontalo saja. Jadi tetap tenang, tapi tolong untuk daerah pesisir yang dekat dengan pantai untuk menjauh sementara, kalaupun ada kegiatan ya menjauh dulu," jelas Andri.

Langkah cepat yang diambil sekolah-sekolah di Gorontalo Utara ini menjadi bagian dari mitigasi dini agar siswa dan keluarga tetap aman di tengah potensi bencana yang sedang dipantau. (kom)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.