x  skyscraper
x  skyscraper

Optimistis 2029, Lifting Minyak Nasional Tembus 900 Ribu Barel

WARTALENTERA-Optimistis 2029, lifting minyak nasional tembus 900 ribu barel. Keyakinan itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah sejumlah tantangan dalam mengakselerasi produksi minyak siap jual atau lifting minyak di Indonesia.

Kendati demikian, ia tetap optimistis lifting nasional akan terus meningkat dan tembus 900.000 barel oil per day (BOPD) pada 2029. Bahlil mengungkapkan, terdapat tiga tantangan yang menyebabkan lifting minyak di Indonesia terhambat.

Pertama, banyaknya sumur tua yang kemudian produksinya minyaknya mengalami penurunan secara natural. Kedua, banyaknya idle well atau sumur yang pemanfaatannya belum dioptimalkan secara sepenuhnya.

Ketiga, adanya dinamika investasi pada industri migas di Tanah Air. "Tantangan yang ketiga memang investasi di bidang migas ini luar biasa risikonya," papar Bahlil dalam acara Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota Plataran, Jakarta, dikutip Kamis (31/7/2025).

Ia juga menambahkan, untuk saat ini realisasi lifting minyak telah menyentuh angka 608.000 BOPD. Angka ini terus mengalami perbaikan dalam kurun waktu ke belakang.

Bahlil awalnya mengungkapkan, realisasi lifting di dalam negeri terus mengalami penurunan dan tidak pernah mencapai asumsi makro ekonomi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebatas informasi, Kementerian ESDM optimistis lifting minyak Indonesia bakal mencapai target buku APBN 2025, yang dipatok sebesar 605.000 BOPD.

Padahal, realisasi lifting minyak Indonesia kerap meleset dari target yang ditetapkan APBN dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, pada 2021 realisasi lifting senilai 660.000 BOPD, padahal ditargetkan sebesar 705.000 BOPD.

Kemudian, pada 2022 ditargetkan 612.000 BOPD, padahal targetnya 703.000 BOPD. Dan pada 2023 realisasi hanya 605.000 BOPD, padahal targetnya 660.000 BOPD.

Maka dari itu, ia meminta dukungan semua pihak agar mampu merealisasikan target lifting minyak nasional, baik dari sisi kementerian hingga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Terlebih, pemerintah tengah mendorong swasembada energi.

"Tetapi kalau kita melihat, dari upaya yang kita lakukan dengan KKKS, rasanya ada secercah harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target APBN 2029-2030. Harus minimal produksi kita sekitar 900.000 barel per hari," tegasnya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu