x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Anies Bersyukur Tom Lembong Bebas Usai Terima Abolisi Presiden

Editor :

WARTALENTERA – Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 Anies Baswedan mengungkapkan rasa syukurnya atas kebebasan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) dari Rutan Cipinang, Jakarta, Jumat malam (1/8/2025), setelah menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah, bahagia untuk Tom dan seluruh keluarga," ujar Anies dalam konferensi pers yang digelar tak lama setelah Tom keluar dari tahanan.

Anies mengatakan bahwa setelah sembilan bulan Tom dipisahkan secara paksa dari keluarganya, malam itu mereka akhirnya bisa berkumpul kembali sebagai keluarga utuh. Menurutnya, momen tersebut adalah kebahagiaan luar biasa.

Sebagai sahabat dekat, Anies pun mengajak semua pihak untuk memberi ruang kepada Tom agar bisa menikmati hari-hari awal kebebasannya bersama keluarga. "Jangan dulu diminta hadir di acara, jangan dulu diminta hadir ke forum. Biarkan mereka menghabiskan waktu yang tak ternilai ini untuk memeluk, ngobrol, bercanda, serta berkumpul kembali bersama keluarga," katanya.

Meski ada banyak hal substantif yang bisa dibahas pasca kebebasan Tom, seperti hukum, keadilan, dan makna peristiwa ini bagi bangsa, Anies menekankan agar malam itu digunakan untuk bersyukur dan merayakan kebebasan terlebih dahulu. "Itu semua kita bahas di waktu-waktu yang akan datang. Malam ini kita syukuri kebebasan Tom, kita rayakan kebebasan Tom," tuturnya.

Sebelumnya, Tom Lembong divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan dalam kasus korupsi importasi gula di Kementerian Perdagangan periode 2015–2016. Ia terbukti menerbitkan persetujuan impor gula kepada 10 perusahaan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan tanpa rapat koordinasi antarkementerian, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp194,72 miliar.

Perbuatan Tom Lembong dianggap melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yakni 7 tahun penjara. Abolisi sendiri merupakan hak prerogatif Presiden yang dapat diberikan untuk menghapus tuntutan pidana dan menghentikan proses hukum dengan memperhatikan pertimbangan DPR RI.(kom)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.