x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Anggota DPR: Bupati Pati Terpilih Tetap Bisa Dimakzulkan Jika Langgar Sumpah Jabatan

Editor :

WARTALENTERA-Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menegaskan bahwa Bupati Pati Sudewo, meski terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung, tetap bisa dimakzulkan oleh DPRD jika terbukti melanggar sumpah dan janji jabatan.

Menurut Khozin, pengaturan pemberhentian kepala daerah diatur dalam Pasal 78 hingga Pasal 89 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Salah satu alasan pemberhentian adalah apabila kepala daerah dinyatakan melanggar sumpah atau janji jabatan.

"Tahapan pemberhentian kepala daerah dimulai dari penyelidikan yang dilakukan oleh DPRD melalui hak angket. Usulan harus dihadiri minimal 3/4 dari jumlah anggota DPRD, dan putusan diambil dengan persetujuan sedikitnya 2/3 anggota DPRD yang hadir," jelas Khozin di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Pendapat DPRD tersebut kemudian diperiksa, diadili, dan diputus paling lambat 30 hari setelah permintaan diterima oleh Mahkamah Agung (MA). Jika MA memutuskan kepala daerah terbukti melanggar sumpah atau janji jabatan, pimpinan DPRD akan menyampaikan usulan pemberhentian kepada presiden untuk gubernur/wakil gubernur, dan kepada menteri untuk bupati/wali kota.

"Artinya, argumentasi kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat tidak otomatis meniadakan ruang untuk pemberhentian, bila memang melanggar sumpah jabatan dan terbukti di MA," tambahnya.

Khozin menegaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan bagian dari instrumen pengawasan DPRD terhadap kepala daerah. Persoalan terkait Bupati Sudewo, menurutnya, bukan hanya urusan DPRD Pati, tetapi juga menjadi ranah Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan dalam negeri. Komisi II DPR disebut akan mendalami masalah ini bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Tentu, ini menjadi bagian dari ranah pengawasan Komisi II DPR," tegas Khozin.

Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo menyatakan tidak akan mengundurkan diri meski mendapat tuntutan dari sejumlah pengunjuk rasa. Ia menegaskan bahwa dirinya dipilih secara konstitusional dan demokratis oleh rakyat. "Tentunya tidak bisa harus berhenti dan mundur dengan tuntutan seperti itu, karena semua ada mekanismenya," ujar Sudewo di Pati, Rabu (13/8). Ia juga menyatakan menghormati proses politik yang tengah berlangsung di DPRD Kabupaten Pati, termasuk hak angket yang diajukan oleh anggota dewan. (kom)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.